Puisi: Nyanyian Alam (Karya Rini Intama) Nyanyian Alam (: Baduy) Harmonika alam yang mengalun Menyanyikan lagu kehidupan Manusia saling mengajari dan mencintai Gunung, lembah, s…
Puisi: Amara (Karya Rini Intama) Amara (: Episode cinta yang lengkap) Amara datang, lalu katanya aku masih menulis puisi-pusi cinta Semuanya te…
Puisi: Hutanku (Karya Rini Intama) Hutanku Pongah menebang asa yang membelah senyap gemerisik daun kering terinjak kaki perkasa burung-burung terbang menghilang cahaya langit…
Puisi: Surat untuk Di (Karya Rini Intama) Surat untuk Di Dalam gerimis kita menghitung cermin sepanjang jalan Ada perbincangan dalam ruang tak berbatas …
Puisi: Hening (Karya Rini Intama) Hening Dalam hening Merindu muara berair bening Merdu suara seruling Meski tanah masih mengering. November…
Puisi: Lagu Sang Hujan (Karya Rini Intama) Lagu Sang Hujan Lagu sang hujan menarik larik di setiap catatan peristiwa dalam jambangan cantik ketika menemu…
Puisi: Merajuk (Karya Rini Intama) Merajuk Merajuk, dengar genta kasmaran membenam nyawa di binar mata yang menggenang air yang tak jatuh cumbu wewangi haru dalam biru... tangisan cint…
Puisi: Debar (Karya Rini Intama) Debar Bawa jiwa malam ini melambung di setiap debar yang terjunjung bawa seikat bunga bakung ungu dalam tangan yang melingkar rindu debar langit di t…
Puisi: Senja di Tanjung Emas (Karya Gunoto Saparie) Senja di Tanjung Emas mengapakah ngungun menatap kapal-kapal yang entah kapan akan bertolak mengapakah memendam rindu kekal ketika hati menanggung de…