Postingan

Puisi: Perempuan Itu Menulis Puisinya (Karya Rini Intama)

Perempuan Itu Menulis Puisinya (Kepada Perempuan) Perempuan itu menulis puisinya, pada sebuah lagu kutitip…

Puisi: Tanpa Mawar (Karya Rini Intama)

Tanpa Mawar Kau datang tanpa mawar Hanya benang dari layang-layang yang sudah kau terbangkan di pantai Kau b…

Puisi: Bukit Berkabut (Karya Rini Intama)

Bukit Berkabut Angin yang menghembus seperti musik yang bertempo lambat. Kisah pemetik teh di bukit berkab…

Puisi: Secangkir Kopi (Karya Rini Intama)

Secangkir Kopi Kesederhanaan .... dalam tutur cinta memaknai hari di keindahannya waktu-waktuku berlalu …

Puisi: Tanah Asal (Karya Rini Intama)

Tanah Asal Menghitung detik yang menimbun luka tanpa kata tak perlu lagi ada tanya tentang berapa, apa dan bagai…

Puisi: Kisah Pesawat Kertas (Karya Rini Intama)

Kisah Pesawat Kertas Di sepinggan rindu yang senyap lantas lirih aku berkata maaf sudah mengetuk pintu dan…

Puisi: Guruku (Karya Yanti Harbi)

Guruku Menyusuri kembali kenangan yang terlipat waktu, Teraba kembali kisah di masa lalu, Bahagia 'ku haru semakin membiru, Bertemu kembali denga…

Puisi: Memusar pada Diri (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi)

Memusar pada Diri Kudengar dengus angin gunung kapan kuikuti kembaranya. Kulihat langit seperti tempurung kapan kugapai cakrawala …

Puisi: Perkutut (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi)

Perkutut burung perkutut di ladang berumput neba berkawan menelani kerikil kami segan memasang pulut memikat burung begitu mungil bebaslah perkutut …
© Sepenuhnya. All rights reserved.