Postingan

Puisi: Catatan Mei (Karya Diah Hadaning)

Catatan Mei (1) Bunga yang tumbuh dari bercak darah tercecer antara Salemba dan Semanggi nebar aroma Mei si…

Puisi: Masih Saja Lembut Basah (Karya Okto Son)

Masih Saja Lembut Basah Masih saja lembut basah Embun menyapa tanah Ketika hangat matahari pelan mengeringnya Masih saja linang air Digenang mata Tak…

Puisi: Simfoni Rasa di Negeri Bisu (Karya Okto Son)

Simfoni Rasa di Negeri Bisu Apa yang kucari di negeri ini Ketika kata tak bertaut rasa? Apa yang kukejar Di garis cakrawala Ketika lagu tak seirama n…

Tingkatkan Gaya Hidup Sehat dengan Keajaiban Echinacea Purpurea

Dalam perjalanan melintasi dunia yang luas dan penuh warna, sering kali kita terpesona dengan keindahan alam yang memukau. Namun, di balik pemandanga…

Puisi: Pada Suatu Sore (Karya Husni Djamaluddin)

Pada Suatu Sore sore itu sebuah bola plastik berwarna hijau tersepak dari kaki ke kaki anak anak tukang becak di rumputan becek tepi jalan kenari dep…

Puisi: Pesawat Terbang (Karya Kurniawan Junaedhie)

Pesawat Terbang Sudah lama kami tidak berani naik pesawat terbang. Burung bermesin itu suka ngadat di udara. Kadang baling-balingnya oleng. Kadan…

Puisi: Untuk Palestina dari Saudaramu Indonesia (Karya Helvy Tiana Rosa)

Untuk Palestina dari Saudaramu Indonesia Lautan manusia bergerak berderap, memahatmu dalam ingatan yang berkarat tentang sebuah tanah yang dirampas, …

Puisi: Dalam Aku (Karya Armijn Pane)

Dalam Aku Dalam aku merenda Ingatan mengenang ketika, Jam-jam kita berkata Dalam aku merenda, Gerak jari ada kata, Menghitung jam-jam kita bersua Dal…

Puisi: Tentang Hari Tua (Karya Mansur Samin)

Tentang Hari Tua Buat Kirdjomuljo Mati yang tak pernah pasrah dari puisi Terlempar kata mengatap pada jaga Alir yang tak pernah pisah dari hati Menga…
© Sepenuhnya. All rights reserved.