Puisi: Dukaku adalah Dukamu (Karya Ehfrem Vyzty) Dukaku adalah Dukamu : Untuk yang teristimewa batch 33 Sampai sekarang aku masih mati-matian mengakhiri dendam terhadap kenangan antara kita Memberi …
Puisi: Astagfirullah (Karya Hamid Jabbar) Astagfirullah astagfirullah penuh sadar astagfirullah sepenuh istigfar maka sudah remuk-redamlah aku dari debu kembali sezarrah debu w…
Puisi: Mari (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Mari mari pecahkan botolbotol ambil lukanya jadikan bunga mari pecahkan tik tok jam ambil jarumnya jadikan diam mari …
Puisi: Surat Amplop Putih untuk PBB (Karya Taufiq Ismail) Surat Amplop Putih untuk PBB (kepada Sekjen Boutros Boutros-Ghali) Dulu aku pada PBB percaya penuh sekali Keti…
Puisi: Sesuatu yang Mengasyikkan (Karya Moh. Ghufron Cholid) Sesuatu yang Mengasyikkan : Farrohah Ulfa Sesuatu yang mengasyikkan Membuka lembar pertama ramadhan Bersamamu tulang rusukku Kau sajikan menu buka De…
Puisi: Perihal Hujan (Karya Ehfrem Vyzty) Perihal Hujan "Sayang kenapa takut hujan?" Tanyamu saat langit sedang berkabung "Aku benci kehilangan" jawabku "Apa korelasi…
Puisi: Menjelang Pulang (Karya Melki Deni) Menjelang Pulang (1) Pagi ini aku bertanya bagi diri sendiri: "Jika aku pulang, apakah hatimu pergi?" Dalam Kitab Sejarah pulang adalah kem…
Puisi: Kisah Sang Pengembara (Karya Okto Son) Kisah Sang Pengembara Dia disuruh untuk pergi Pergi dari tempat tinggalnya Dari sanak saudaranya Dari rumah bapanya Rasanya sangat berat meninggalkan…
Puisi: Sesederhana Itu (Karya Ehfrem Vyzty) Sesederhana Itu Sesederhana itu aku mencintaimu Dengan rimbunan kata berjelaga menjajah wajahmu Tanpa lelah Sesederhana itu aku menyayangimu Dengan s…