Postingan

Puisi: Balada Sandal Jepit (Karya Mustiar AR)

Balada Sandal Jepit Oi nyeri terasalah saat jejak kecilnya dilangkahi sepatu lars ia mencibir: apa yang kau banggakan kalian tak lebi…

Puisi: Soliloquy (Karya Remy Sylado)

Soliloquy (dibuat khusus dan dibacakan untuk ulang tahun ke-50 Sekolah Tinggi Teologi, Jakarta) Kita memang tak…

Puisi: Negeri Jerebu (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Negeri Jerebu jerebu mengepung negeri kami lebih mengerikan dari tentara atau polisi sama memuakkan dengan politisi dan para pelaku korups…

Puisi: Kita Raih Kemenangan (Karya Aspar Paturusi)

Kita Raih Kemenangan kita tak kalah saat kita sakit bahkan kita raih kemenangan karena kita jadi tahu arti sehat kita tak kalah saat kita miskin bahk…

Puisi: Ranggawarsita (Karya Gunoto Saparie)

Ranggawarsita sebentar lagi mungkin maut tiba tiada lagi masa kegelapan dunia dan terhindar dari zaman edan o, masa kelam penuh kekacauan …

Puisi: Bibir (Karya Alex R. Nainggolan)

Bibir mungkin aku mesti kembali pada bibirmu yang dulu yang rekah merah, bergulat lelah basah serupa hujan singgah namun beratuskal…

Puisi: Lelaki Tua (Karya Aspar Paturusi)

Lelaki Tua lelaki tua itu berbaring di pasir putih dia berguling-guling pada kenangan dia tersenyum pada masa kanak-kanak tak…

Puisi: Rendezvous, Pada Sebuah Pantai (Karya Dimas Arika Mihardja)

Rendezvous: Pada Sebuah Pantai Dik, lihatkah riak dan ombak itu? Itulah gemuruh dadaku memandangmu Bang, lihatkah lidah ombak itu? Itulah…

Puisi: Nelayan Pantai Barat (Karya Lazuardi Anwar)

Nelayan Pantai Barat Bukit curam bukit batu menggeliat dipanggang hari pecah-pecah ombak bersimpuh di lututnya matahari terjun ke balik batu karang. …
© Sepenuhnya. All rights reserved.