Puisi: Berkawan (Karya Rustam Effendi) Berkawan Seorang Beta melenggang Keliling Sunyi yang bening Gemetar Beta tersadar Menggi…
Puisi: Nyala (Karya AA Manggeng) Nyala Nyalakan unggun dalam jiwamu, saudaraku agar malam tidak kelamkan kehidupan dan kita masih bisa berkirim kabar tentang kematian pada …
Puisi: Kata-Kata Bersayap (Karya Gunoto Saparie) Kata-Kata Bersayap benarkah penyair hanya mencintai kata-kata bersayap tak jelas artinya? benarkah penyair hanya menyayangi kesunyian dan bayang-bay…
Puisi: Asal Mula (Karya Gunoto Saparie) Asal Mula asal mula kita dari rumah lalu kembali pulang ke rumah ketika wabah virus corona bukan lagi mimpi tapi nyata asal mula kita dar…
Puisi: Dan (Karya Hasbi Burman) Dan Dan kita sudah terlena, dengan basa-basi basa-basi basa-basi itu-itu juga memahat dewa bayang malam terendam limbah revolusi . Pada…
Puisi: Auman-Mu (Karya Melki Deni) Auman-Mu Sion terdengar sampai kini, seketika langit dan bumi berguncang-guncang, seketika dunia berlari begitu gesit. Sementara jutaan orang masih m…
Puisi: Setelah Revolusi (Karya Wiratmadinata) Setelah Revolusi Begitulah akhirnya, kawan. Kita merasa semakin rapuh, dan menua. Seperti bunga-bunga, d…
Puisi: Toilet (Karya Joko Pinurbo) Toilet ( 1 ) Ia mencintai toilet lebih dari bagian-bagian lain rumahnya. Ruang tamu boleh kelihatan suram, ruang tidur boleh sedikit beranta…
Puisi: Amor Lestari (Karya Amanda Amalia Putri) Amor Lestari Jeda waktu mengendalikan penggalan kisah Kesungguhan beriringan dengan hasil akhir Paripurna menitikberatkan integritas Mengamati ketakj…