Puisi: Nusantara (Karya Sitor Situmorang) Nusantara Rindu tanpa batas pada isi terpendam angin lintas bisik bibir kelu gunung api terbalut awan. …
Puisi: Kemis Pagi (Karya Taufiq Ismail) Kemis Pagi Hari ini kita tangkap tangan-tangan Kebatilan Yang selama ini mengenakan seragam kebesaran Dan m…
Puisi: Wisky yang Puitis (Karya Beno Siang Pamungkas) Wisky yang Puitis (: buat Mas Timur SS yang baik & Mas Agus Wasit yang hebat) Seorang penyair, mengirim hu…
Puisi: April (Karya Kirdjomuljo) April kenangan buat Lorca Secepat kedatangan bulan April cintaku kembali dalam diri membersit, sewarna hijau alam melingkar,…
Puisi: Angin Pagi (Karya Kirdjomuljo) Angin Pagi (1) Yang pertama kuingat dan terakhir kulupakan adalah kau Ibu Berkali kubuat dosa dan noda tidak kuterima selain cinta dan …
Puisi: Menjadi Lumba-Lumba (Karya M. Aan Mansyur) Menjadi Lumba-Lumba Aku pernah punya mimpi. Kau menulis angka-angka penanda di bahuku, semacam tato permanen. Aku juga menulis angka-angka serupa di …
Puisi: Pernyataan Cinta (Karya Abdul Wachid B. S.) Pernyataan Cinta Percintaan kita, sayang Tak dapat diungkapkan Di tempat sembarang Tapi kenapa demikian? Kau-aku ingin pacaran Berme…
Puisi: Burung (Karya Abdul Wachid B. S.) Burung Sebagai burung aku pun rela kau sangkarkan dan kau tenggerkan di atap rumah atau di ketinggian sebatang bambu atau di dah…
Puisi: Bacalah (Karya Abdul Wachid B. S.) Bacalah ketika hujan memberi basah kepada tanah, rerumputan, pohon, daun-daun ketika tanah memberi pijakan kepada setiap langkah, setiap re…