Puisi: Senin (Karya Ook Nugroho) Senin Senin telah menantimu Di kelokan yang sibuk itu Di antara beringas raung klakson Sejuta mobil Dan traffic light Yang tak berhenti cemas Hidup p…
Puisi: Hari Senin (Karya Nana Riskhi Susanti) Hari Senin Tepat di hari senin aku katakan padamu lewat daun-daun berguguran di telapak kakiku inilah mimpiku yang cuma di pertemuan k…
Puisi: Senen-Kramat (Karya Adi Sidharta) Senen-Kramat malam di Senen-Kramat dua dunia menusuk otak dan rasa. tuan Parvenu hah-hah-ha mabuk bir Amat becak hah-hah-ha menari doger Bir dan doge…
Puisi: Caya Merdeka (Karya Usmar Ismail) Caya Merdeka (Kepada Tanah Airku) Sekali aku terbangun dalam cerkam-Mu, Dari dalam jurang yang gelap-hitam …
Puisi: Cita-Cita (Karya Usmar Ismail) Cita-Cita Cita-cita, Kurasa kau lincah menari-nari di dalam jiwa, Kudengar kau nyaring bernyanyi-nyanyi di dalam dada bagai seruling tiada henti meny…
Puisi: Ballada Ibu yang Dibunuh (Karya W.S. Rendra) Ballada Ibu yang Dibunuh Ibu musang di lindung pohon tua meliang bayinya dua ditinggal mati lakinya. Bulan sabit terkait malam mem…
Puisi: Sayang (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Sayang (untuk Ginsberg) diamlah sayang biarkan aku dekat padamu diamlah sa…
Puisi: Orang yang Tuhan (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Orang yang Tuhan orang yang tuhan gelasnya oleng karena ombak tuak yang bilang minum! kau karam aku tidak! orang yang…
Puisi: Tanah Air (Karya Rustam Effendi) Tanah Air O, tanah airku, yang éndah sangat, Berpandang katifah hijau, berlembah, bekasan danau, berlangit bertudung awan, bergunung berbu…