Puisi: Punah (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Punah Punahlah engkau segala yang lesu... Aku hendak melihat api hidup dahsyat bernyala, menyadar membakar segala jiwa. Aku hendak men…
Puisi: Air Mata (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Air Mata Ngalir, 'ngalirlah air mata, Aku tiada akan 'nahanmu. Apa gunanya aku halangi, Engkau '…
Puisi: Bertemu (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Bertemu Aku berdiri di tepi makam Suria pagi menyinari tanah, Merah muda terpandang di mega Jiwaku mesra t…
Puisi: Definisi Tuyul (Karya F. Rahardi) Definisi Tuyul (Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang disusun oleh Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depart…
Puisi: Eksposisi Kota Tua (Karya Abdul Wachid B. S.) Eksposisi Kota Tua (Bersama Ahmad Dja’far Sudjatmiko) "Apa yang kau pikirkan tentang kota tua ini?" Kau diam menatap tugu hati …
Puisi: Batuk (Karya Ook Nugroho) Batuk Jauh di bawah rongga Ada suara bertalu-talu Seorang yang lama menunggu Terus menggedor mencari pintu keluar Kalau saja aku bisa menolongnya -- …
Puisi: Mencahari (Karya Rustam Effendi) Mencahari Bersalut ratna diselang emas berhari-hari, Itulah kalung perjalanan hidupku; membenturkan kesenangan cahaya nubari. Tiada…
Puisi: Alam (Karya Rustam Effendi) Alam Alam!!! Alangkah sebatnya suara ini, dikeluhkan nyawa, kalbu nurani, yang tengah berkhali menanti Zaman. Alam, penuh oléh duri dusta…
Puisi: Nyanyian Rebana (Karya Dorothea Rosa Herliany) Nyanyian Rebana kau tak pernah mengerti siapa menabuh rebana. saat kesunyian berdendang: tangan-tangan runcing itu seperti memanggil-manggil kita dal…