Postingan

Puisi: Sepi (Karya Kuntowijoyo)

Sepi Jangan sepi ditinggalkan karena ia adik kandungmu ketika di rahim ibu Jangan dibunuh sepi karena ia kawan jalanmu ketika diselubung mimpi Di sub…

Puisi: Angin Laut (Karya Kuntowijoyo)

Angin Laut Perahu yang membawamu telah kembali entah ke mana angin laut mendorongnya ke ujung dunia Engkau tidak mengerti juga Duduklah Ombak yang se…

Puisi: Kita Berpisah (Karya Syahril Latif)

Gang Haji Abdul Jalil 39: Kita Berpisah Rumah-rumah petak di gang sempit         desak mendesak dalam pengap Jakarta Kini Oktober, m…

Puisi: Tangerang (Karya Syahril Latif)

Tangerang Persis seperti yang selalu kubayangkan dalam angan-angan karena begitulah kuterima waktu pertama kali diceritakan: Rumah it…

Puisi: Guru yang Selamat dari Perang (Karya Acep Syahril)

Guru yang Selamat dari Perang Kamu sendiri tidak tau bentuk dahimu guru, dahi yang pernah kau tawarkan pada kami yang kemarin dipermainkan a…

Puisi: Dalam Tidur (Karya Ook Nugroho)

Dalam Tidur Dalam tidur Aku ingin ketemu sajak Kata-kata baik Bebunyian rancak Baris-baris giris Melukis gerimis hidupku Dalam tidur Aku ingin terus …

Puisi: Adalah (Karya Husni Djamaluddin)

Adalah Adalah tanah adalah air                       adalah api Adalah tanah pasrah adalah air mengalir Adalah angin bertiup adalah api membakar Adal…

Puisi: Izinkan Aku Mendekapmu Cinta (Karya Budi Arianto)

Izinkan Aku Mendekapmu Cinta Biar duri tak lagi menjelma mawar hingga dahan tubuhku rapuh luluh dalam dekapan purba kelopak terhempas lepa…

Puisi: Jumpa dan Pisah (Karya Fridolin Ukur)

Jumpa dan Pisah Sebelum tiba di detik ini berapa purnama telah kita lewati menghitung awal fajar menjumlah tepi senja;         ketika k…
© Sepenuhnya. All rights reserved.