Puisi: Menanggapi Bumi (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi) Menanggapi Bumi Bumi subur hampir tandus diserbu beribu-ribu tikus gersang tanah garapan mempersempit hidup harapan perlu obat pemusna…
Puisi: Pertemuan (Karya D. Zawawi Imron) Pertemuan Di jalan ke pelabuhan menyambutku kabut yang remang nelayan pulang dari laut menjalaku dengan pandangannya. "Paman, alangkah kecut bua…
Puisi: Vagina (Karya Kuntowijoyo) Vagina Lewat celah ini engkau mengintip kehidupan. Samar-samar dari balik sepi bisik malam menembangkan bumi. Engkau tidak paham mengapa laut tidak b…
Puisi: Malam Pembredelan (Karya Joko Pinurbo) Malam Pembredelan Segerombolan pembunuh telah mengepung rumahnya. Mereka menggigil di bawah hujan yang sejak sore bersiap menyaksikan kema…
Puisi: Bahasa Indonesia (Karya J. E. Tatengkeng) Bahasa Indonesia .... geef mij taal om lief te hebben - Lod. v. Deyssel Adapun banyak orang yang menghina-hinakan engkau. …
Puisi: Insomnia (Karya Isbedy Stiawan ZS) Insomnia "jangan," bisikmu malam ini ketika ia ingin menyeretmu ke paling malam sebab malam sudah membawamu ke ujung kelam, melintasi …
Puisi: Kolam (Karya Rustam Effendi) Kolam Di tengah kolam yang éndah tenang, berenang seekor gangsa. Sayapnya putih bulunya jernih, jernih biji matanya. Bak pulai …
Puisi: Sabda Tuhan (Karya Remy Sylado) Sabda Tuhan Bismillahirramanirrahim Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan penyayang. Bismillahirrahmanirrahim Aku menyebut nam…
Puisi: Jarum Waktu (Karya Remy Sylado) Jarum Waktu Kalau takut pada masa lalu jangan pindahkan matamu di belakang selagi ada benderang terang dar…