Postingan

Puisi: Matahari (Karya Ibrahim Sattah)

Matahari mereka yang memberahikan diri inilah salam kepada matahari kepada langit laut dan kunangkunang: kelapkelip hari yang terentang dalam desis a…

Puisi: Sabang (Karya Mustafa Ismail)

Sabang Dari taman di tepi laut ini: suara perahu mesin hijau menembus hingga ujung pulau Seorang perempuan…

Puisi: Hujan Januari (Karya Weni Suryandari)

Hujan Januari Berlayarlah berlayar perahu kertas Mainan masa kanak, waktu belum mentas Menjemput langit berwajah laut saat Matahari hampir merah, ber…

Puisi: Madinah (Karya Bahrum Rangkuti)

Madinah Tak ada lagi hadist qudsi Berkumandang di sini Hanya desauan pohon kurma Di pinggir kota Dan do'a segelintir orang mengeluh …

Puisi: Doktorandus Tikus (Karya F. Rahardi)

Doktorandus Tikus (1) selusin toga me nga nga seratus tikus berkampus di atasnya dosen dijerat profesor diracun kuci…

Puisi: Instrumentalia (Karya Gunoto Saparie)

Instrumentalia denting piano menggema dalam hening malam menembus kegelapan menuju gugusan bintang kutangka…

Puisi: Di Tirtagangga (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Di Tirtagangga langit tiba kelabu sehelai bulu matamu luruh ke tengah telaga "ricik air dan sepoi angin, mataku ingin te…

Puisi: Ambulans (Karya Melki Deni)

Ambulans Ambulans, apakah kau tak pernah peluh keletihan mengantar mayat-mayat, kesayangan Tuhan itu ke sana kemari? Sirene adalah suara mayat yang m…

Puisi: Angkringan (Karya Joko Pinurbo)

Angkringan Lapar mengajak saya ke warung angkringan di pinggir jalan. Tuan pedagang angkringan sedang ketiduran. Ia batuk-batuk, mengerang, …
© Sepenuhnya. All rights reserved.