Puisi: Sajak Akhir Mei (Karya Gunoto Saparie) Sajak Akhir Mei ini ternyata akhir bulan mei ketika bunga sepatu di halaman mekar ketika kemarau pun bangkit sepi dan dingin angin menyusup pagar ak…
Puisi: Salam Terakhir (Karya Hartojo Andangdjaja) Salam Terakhir Buat Solo, Kota tercinta di tanah air Kalau aku datang lagi padamu kota yang melambai dalam rinduku ialah karena b…
Puisi: Untuk Ibu (Karya Ook Nugroho) Puisi untuk Ibu Puisi untuk ibu Tak kunjung rampung Dituliskan Selalu saja Ada kata yang Belum pas Kalimat yang Melesat dari siasat Atau rasa yang Se…
Puisi: Kwatrin Pemakaman (Karya Gunoto Saparie) Kwatrin Pemakaman angin pun berhenti berdesah di dedaunan dan pohon-pohon menundukkan kepala ada suara lirih kepak burung di atas sana kuingat kau me…
Puisi: Ibu yang Tabah (Karya Joko Pinurbo) Ibu yang Tabah Ibu itu mengasuh anak-anaknya sendirian sejak suaminya dipinjam negara untuk dijadikan kelinci dalam percobaan sistem keamanan. S…
Puisi: Doa maha kecil kepada Allah Yang Maha Besar (Karya Raedu Basha) Doa maha kecil kepada Allah Yang Maha Besar Tuhan, kasihanilah orang-orang kecil tipis kerempeng dada mereka rentap terhimpit harga terti…
Puisi: Tumbuh di Taman Cinta (Karya Moh Akbar Dimas Mozaki) Tumbuh di Taman Cinta Anak adalah bunga yang tumbuh di taman cinta Dijaga dengan kasih, disiram dengan doa Semoga kembangmu harum mewangi Menyebar ke…
Puisi: Harapan di Mata Anak (Karya Moh Akbar Dimas Mozaki) Harapan di Mata Anak Di matamu, aku melihat bintang Penuh impian, penuh harapan Setiap kalimat yang kau ucapkan Menggugah hati untuk berjuang, tak pe…
Puisi: Sungai Progo (Karya Andre Hardjana) Sungai Progo Sungai Progo Kaulah kelana lata yang loba Semakin muram Lantaran alam yang dendam - Merapi bisul api di mata air Memuntah…