Puisi: Nyi Marsih (Karya Adi Sidharta) Nyi Marsih Kepada penari senen Saban malam Nyi Marsih mesti menari hati sepi jiwa hampa. Nyi Marsih datang dari desa rumah tinggal abu suami entah di…
Puisi: Jalan Terus (Karya Adi Sidharta) Jalan Terus kata Suurhoff : bung, jangan main-main politik siapa berpolitik dia komunis siapa komunis dia pengacau bandit, perampok bajingan tengik. …
Puisi: Kenangan untuk Si Dia (Karya Kurniawan Junaedhie) Kenangan untuk Si Dia Dia tidak pergi ia kembali, menyisir rambut di depan cermin melihat bayang- bayang nya sendiri Saat itu jen…
Puisi: Tuhan, Bentangkan Langit (Karya Mh. Rustandi Kartakusuma) Tuhan, Bentangkan Langit Tuhan, Bentangkan langit di atasku Jernih! Bangkit badanku ke negara-Mu, Tempat Engkau termenung Melihat aku dalam baju ini.…
Puisi: Mencari Yang (Karya Husni Djamaluddin) Mencari Yang telah kering segala mata air di gunung-gunung hulu diserap sungai-sungai yang mengalir berliku-liku telah kering segala sungai di muka b…
Puisi: Potret Diri (Karya Muhammad Haji Salleh) Potret Diri di kaca malam yang disalut oleh raksa rusuh terlintas wajah diri jauh dan separuh sedia dengan apakah akan kubaca bayang? dengan kata-kat…
Puisi: Lingkaran (Karya Anthony Sutanto Atmaja) Lingkaran kekecewaan melahirkan kegelisahan kegelisahan melahirkan pencarian pencarian melahirkan penemuan penemuan melahirkan pengetahuan…
Puisi: Mobil (Karya Ook Nugroho) Mobil ( 1 ) Tetangga saya Yang sebelah kiri Punya satu mobil Tetangga kanan Punya dua sedan Tetangga depan Malahan ada tiga Ada pun saya sendiri Tiad…
Puisi: Kubur (Karya Gunoto Saparie) Kubur di dalam kesunyian kubur kau pasti lelap tertidur memeluk tanah air sampai batas terakhir aku pun terkenang padamu ketika melalui hari-hari ris…