Postingan

Puisi: Sajak tentang Kau (Karya Asep S. Sambodja)

Sajak tentang Kau sudah kutuliskan sajak tentang Kau tak ada tapi Kau hamparkan buih laut itu ke pantai saat aku berpaling hendak pulang entah ke man…

Puisi: Lekuk-Liku Perlambang (Karya Iman Budhi Santosa)

Lekuk-Liku Perlambang Karena wong Jawa nggone semu Sinamung ing samudana, sesadone ing adu manis Maka, aku tak akan memainkan gelap terang Dalam pui…

Puisi: Pertemuan Terakhir (Karya Rusli Marzuki Saria)

Pertemuan Terakhir Dengan Seorang Kolonel Tua Rintik-rintik rinai alangkah dinginnya. Di sebuah desa bekas kubu Bonjol Dan awan hitam berat nyelimuti…

Puisi: Sajak Juru Masak (Karya Ook Nugroho)

Sajak Juru Masak : Ags. Arya Dipayana Ia tunjukkan bagaimana Juru masak bijak bekerja Dengan bahan         Seadanya tersedia di dapur                …

Puisi: Subuh (Karya Mohammad Diponegoro)

Subuh (Puitisasi terjemahan al-Qur’an:  Al-Falaq) Katakan berlindung aku pada penyempurna cahaya subuh. dari petaka segala ciptaan-Nya. dan gulita bi…

Puisi: Februari (Karya Gunoto Saparie)

Sajak Februari ada sejuta mawar berkembang di hati ada seribu debar lagu dan puisi angin musim bertiup membawa demam februari ketika gerimis mengerta…

Puisi: Alamat Ibu (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Alamat Ibu jika aku jauh berjalan dan lupa rumah ibu maka selalu kuingat pohon yang kau tanam di depan rumah sebelah kanan meski kumak…

Puisi: Wis Makaping-kaping (Karya Suripan Sadi Hutomo)

Wis Makaping-kaping wis makaping-kaping dak-etung driji iki ndumuk lekukuing cabdhi gruwung kang isih mesem nantang kahanan ing sela selane manuk pre…

Puisi: Menyelinap di Antara Abjadmu (Karya Hasan Aspahani)

Menyelinap di Antara Abjadmu Aku mau jadi sebuah huruf, sebuah konsonan yang hidup, menyelinap di antara abjadmu Aku akan tetap ada di s…
© Sepenuhnya. All rights reserved.