Postingan

Puisi: Ketika Mancing (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi)

Ketika Mancing Pagi bening begini hening di tepi rawa pening betapa senang mancing plung kulempar kail berumpan cacing. Cuma sebentar …

Puisi: Banten Lama (Karya Iyut Fitra)

Banten Lama Beribu tahun setelah benteng rubuh ia pun mencari-cari titah sultan batas tanah yang murung sungai dan bekas pelabuhan utang …

Puisi: Don Kisot (Karya Linus Suryadi AG)

Don Kisot (1) Clurit & klewang Jubah kebesaran Sepatu jengki Ia onggokkan Di pohon Nyamplung Si h…

Puisi: Hari Esok (Karya Linus Suryadi AG)

Hari Esok Akan kudukung hari-hari esokmu Dengan wajah sebagaimana semula Letih lesu kini tengah mengabu Da…

Puisi: Yang Tak Lupa (Karya Rusli Marzuki Saria)

Yang Tak Lupa Bagai kelambu nestapa diriku dalamnya Berharap kepadanya dengan semua bengkalai kerja Kugenggam sajak kehidupan Tak bisa tumpas lapar t…

Puisi: Ilusi Februari (Karya Diah Hadaning)

Ilusi Februari Ilusi yang hanyut kala air menggenang kota lalu mengendap bersama duka-duka tentang mimpi h…

Puisi: Refleksi April (Karya Sutan Iwan Soekri Munaf)

Refleksi April Berkali-kali kaki melangkah di pagi hari Es di jalan dingin menggigit sepatu. Beku Barangkali waktu menggoda jarak dan perjalanan pun …

Puisi: Di Pelabuhan Kecil (Karya Acep Zamzam Noor)

Di Pelabuhan Kecil Kadang airmataku menjadi butiran garam Yang berkilauan di bawah sinar bulan Tanganku gemetar dan jemariku memercikkan air Sebuah t…

Puisi: Somewhere (Karya Goenawan Mohamad)

Somewhere Turis berpapasan, turis berpisahan, di meja makan , pada putih pasta tua, dan percakapan yang ditelan hujan. Somewhere, I met you somewhere…
© Sepenuhnya. All rights reserved.