Postingan

Puisi: Engkau Menunggu Kemarau (Karya Abdul Hadi WM)

Engkau Menunggu Kemarau Di Guest House Engkau menunggu kemarau Hari hampir malam Membersihkan pelabuhan Sebelum engkau berdiri Pergi Di …

Puisi: Keluarga Hilang (Karya Mansur Samin)

Keluarga Hilang Entah suratan nasib telah tercipta risalah Japidoli beranak tunggal Si Parluhutan berparas tampan mirip pendekar sijuru suling, panda…

Puisi: Episode Siang (Karya F. Rahardi)

Episode Siang Peluru-peluru tajam kadang anak panah mungkin pisau belati ribuan ratusan jutaan dipancarkan dari langit dan membaba…

Puisi: Kemah (Karya Gunoto Saparie)

Kemah kudengar ricik air sungai bening di antara bebatuan dan akar pohonan kudengar suara kalbu menembang kinanti indah mengalun di hutan pada ujung …

Puisi: Nyeri Aceh (Karya Fikar W. Eda)

Nyeri Aceh Tanah Aceh, nyeri kami Nyeri daging dan tulang kami Nyeri darah dan tangis kami Nyeri gigil Nyeri perih Nyeri kami Inilah …

Puisi: Inilah Aceh (Karya Fikar W. Eda)

Inilah Aceh Inilah Aceh tanah harapan Adalah gerbang yang terbuka Terbentang sepanjang pesisir dan lembah Menghampar di antara lekuk bukit …

Puisi: Rumah (Karya Sitor Situmorang)

Rumah Laut dan darat tak dapat lagi didiami Benahilah kamar di hatimu Atau - mari diam dalam rumahku, Bumi y…

Puisi: Anak Rantau (Karya Jami’atul Hidayah)

Anak Rantau Sudah dua bulan 'ku di sini Dengan semua hal yang baru Teman baru, tempat baru Tak sanggup 'ku melewati hariku Ingin kuangkat kak…

Puisi: Tanah Air (Karya Ajip Rosidi)

Tanah Air (1) Ada hijau pegunungan Ada biru lautan Ada hijau Ada biru Langit dan hatiku Adalah aku pucuk tatapan Ada pucuk Ada t…
© Sepenuhnya. All rights reserved.