Postingan

Puisi: Menanam Cinta pada Ramadhan (Karya Mustafa Ismail)

Menanam Cinta pada Ramadhan Kutanam cinta padamu, bulan penuh berkah pengganti seribu bulan yang lewat dan ber…

Puisi: Ramadhan (Karya Sulaiman Juned)

Ramadhan Aku serahkan jiwa dan pikir dalam rengkuhan-Mu. Aku balut Ramadhan ini kali lewat silaturrahim sa…

Puisi: Malam ke 4, Mudik Ramadhan (Karya Fikar W. Eda)

Malam ke 4 (Mudik Ramadhan) Angin pecah di tangga masjid menelanjangi diri satu, satu bulan semu berjalan …

Puisi: Sajak Ramadhan (Karya Sutan Iwan Soekri Munaf)

Sajak Ramadhan Hampir waktu. Mampirlah dulu Dahaga bukan hanya kata-kata dan rindu pada-Mu makin menggebu seperti setiap detik menjadi bara untuk mer…

Puisi: Amherst, Musim Gugur, 1980 (Karya Mochtar Pabottingi)

Amherst, Musim Gugur, 1980 Daunan merah bergantungan, gemetar, dan luruh Sepanjang jalan ke Belchertown, dari Colonial Village Sepanjang jalan ke Nor…

Puisi: Akhir Ramadhan (Karya Aspar Paturusi)

Akhir Ramadhan sampai lagi hamba di akhir ramadhan dapatkah kami bersua di tahun depan menjalani hari-hari indah ibadah siang dan malam d…

Puisi: Menadah Pahala di Bulan Ramadhan (Karya Ana Lailatul Fauziah)

Menadah Pahala Di Bulan Ramadhan Perkalian sama dengan kelipatannya  Spasi-spasi menjelma titik lidah ma'ruf menabur kebaikan di tanah suci sebag…

Puisi: Berkaca pada Waktu (Karya Tjahjono Widarmanto)

Berkaca pada Waktu seranting waktu tanggal dari dahannya batangnya mengering haus mata air seperti dusun yang jadi renta jalan dan tikunga…

Puisi: Menunggu Ramadhan (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Menunggu Ramadhan Kutunggu hadirmu serupa lelaki yang lama menunggu kekasihnya di stasiun kota. Di tengah gegap…
© Sepenuhnya. All rights reserved.