Postingan

Puisi: Menjemput Ramadhan (Karya Ahmad Yani AZ)

Menjemput Ramadhan Di Balik Kamar Isolasi (Mempertahankan dan Melestarikan  Budaya Tradisi di Antara Pandemi) Sejenak suaranya terkurung waktu Begitu…

Puisi: Di Kedalaman Tubuhku Tumbuh Sebatang Pohon Api (Karya Tjahjono Widarmanto)

Di Kedalaman Tubuhku Tumbuh Sebatang Pohon Api Kuukir relief-relief doaku sebagai dinding rindu yang memanjang antara gigir pantai laut utara …

Puisi: Gelisahku (Karya Mustofa Bisri)

Gelisahku Gelisahku adalah gelisah purba Adam yang harus pergi mengembara tanpa diberitahu kapan akan kembali Bukan sorga benar yang kusesal…

Puisi: Ode Ramadhan (Karya Aspar Paturusi)

Ode Ramadhan kau peluk sahurmu kau biarkan haru menyusup ke hatimu kau papah puasa tertatih-tatih menuju petang kau jemput iman lalu kau baringkan di…

Puisi: Penyair (Karya Mansur Samin)

Penyair Pengagum kecintaan dunia pencari kedalaman manusia tapi kantuk dan lesu pengisi jalan hidupmu Pandangan makin jauh sambil lu…

Puisi: Kami (Karya Mansur Samin)

Kami Kami tak sia-sia mempertahankan bumimu ini menyerahkan gerak jiwa masak oleh tenaga pandanglah jalan suram masa kalut yang d…

Puisi: Jelmaan (Karya Mansur Samin)

Jelmaan Siapakah kau nakhoda, bajak atau nelayan awas lewat di sini anak cucu ingat jembalang cermat siga gelombang ini laut,…

Puisi: Di Hotel (Karya Kurniawan Junaedhie)

Di Hotel Lampu yang suram Di kamar penginapan. Baca suratmu. Bulan memucat Gelisah daun jambu Teringat rumah. Tak bisa tidur M…

Puisi: Sketsa 1977 (Karya Kurniawan Junaedhie)

Sketsa 1977 Badanku demam. Aku masuk hotel melalui kakus. Ulat-ulat dalam darahku bergolak seperti penyair dan kritikus. Mataku berontak, tapi m…
© Sepenuhnya. All rights reserved.