Postingan

Puisi: Ramadhan (Karya Amien Wangsitalaja)

Ramadhan kupercaya hadirmu memperbesar kemungkinan luruhnya angkuh redamnya dendam dan bersama waktu …

Puisi: Ramadhan (Karya Toto ST Radik)

Ramadhan Di bulan ramadhan pagi hanya sebentar dan siang datang seperti menyergap kemudian perlahan meman…

Puisi: Formosa 1984 (Karya Leon Agusta)

Formosa 1984 Di Taipei air mata jadi gunung batu keringat jadi lempengan baja di gedung-gedung dan monumen bergema lagu duka salam khidmad bagi berib…

Puisi: Menanam Cinta pada Ramadhan (Karya Mustafa Ismail)

Menanam Cinta pada Ramadhan Kutanam cinta padamu, bulan penuh berkah pengganti seribu bulan yang lewat dan ber…

Puisi: Ramadhan (Karya Sulaiman Juned)

Ramadhan Aku serahkan jiwa dan pikir dalam rengkuhan-Mu. Aku balut Ramadhan ini kali lewat silaturrahim sa…

Puisi: Malam ke 4, Mudik Ramadhan (Karya Fikar W. Eda)

Malam ke 4 (Mudik Ramadhan) Angin pecah di tangga masjid menelanjangi diri satu, satu bulan semu berjalan …

Puisi: Sajak Ramadhan (Karya Sutan Iwan Soekri Munaf)

Sajak Ramadhan Hampir waktu. Mampirlah dulu Dahaga bukan hanya kata-kata dan rindu pada-Mu makin menggebu seperti setiap detik menjadi bara untuk mer…

Puisi: Amherst, Musim Gugur, 1980 (Karya Mochtar Pabottingi)

Amherst, Musim Gugur, 1980 Daunan merah bergantungan, gemetar, dan luruh Sepanjang jalan ke Belchertown, dari Colonial Village Sepanjang jalan ke Nor…

Puisi: Akhir Ramadhan (Karya Aspar Paturusi)

Akhir Ramadhan sampai lagi hamba di akhir ramadhan dapatkah kami bersua di tahun depan menjalani hari-hari indah ibadah siang dan malam d…
© Sepenuhnya. All rights reserved.