Postingan

Puisi: Tanjung Dewa (Karya Hijaz Yamani)

Tanjung Dewa Di Tanjung Dewa Ruh-ruh telah menghabiskan tapa Setelah angin berputar dari tenggara Di Tanjung Dewa Orang-orang laut yang kekar Dari ti…

Puisi: Dalam Langgar (Karya Arifin C. Noer)

Dalam Langgar (1) Sekarang tahulah aku bagaimana aku mesti berkata dalam ini langgar yang ramah dimana Engkau memberi berkah istirah dan damai atas s…

Puisi: Cinta, Selamanya (Karya Dimas Arika Mihardja)

Cinta, Selamanya Cinta, selamanya hanya bisa disebut dibalut kabut. Cinta, selamanya berbunga nirwana tapi juga bertangkai neraka. …

Puisi: Panorama Satu Asyura Parangkusuma (Karya Ragil Suwarna Pragolapati)

Panorama Satu Asyura Parangkusuma     Laut menghempaskan gelombang raksasa. Pantai menghamparkan samudera manusia. "Orang begitu banyak! Siapaka…

Puisi: Demikianlah Saudaraku (Karya Budiman S. Hartoyo)

Demikianlah Saudaraku Demikianlah saudaraku, niscaya akan terputus sampai di sini cerita itu, bila kita semua mengadu nasib dengan perjudian kepentin…

Puisi: Carla dan Kunto (Karya Mochtar Pabottingi)

Carla dan Kunto A lni adalah sihir harum poplar Pada sebuah bandara:     Pertama sekali adalah mentari pagi     Di dahan-dahan langit     Musim panas…

Puisi: Pagi Itu (Karya Darwanto)

Pagi Itu Pagi itu ia berjalan sendirian saja di jalan setapak dan tak ingin orang lain bertanya kenapa ia berjalan saja di jalan setapak itu, tanpa e…

Royal Dream: Sensasi Permainan Klasik dengan Gaya Modern

Di era digital yang semakin berkembang, berbagai game berbasis aplikasi terus bermunculan dengan inovasi yang menarik. Salah satu game yang tengah me…

Puisi: Januari (Karya Dimas Arika Mihardja)

Januari 2010 Kalender bertanggalan tiap detik menitiklah darah kepedihan Waktu melesat menyayat pohon-pohon hayat Grafiti dan kaligra…
© Sepenuhnya. All rights reserved.