Postingan

Puisi: Natal di Sintesa Peninsula (Karya Acep Zamzam Noor)

Natal di Sintesa Peninsula Aku meninggalkan kamar dan pergi ke puncak bukit Jalan menanjak dan melingkar adalah rute resmi Menuju pagi. Kabu…

Puisi: Bahasa Daun (Karya F. Rahardi)

Bahasa Daun bahasa daun kucium bahasa embun kusabun kusobek, kupotong lidahku langit itu bahasa langit yang mendung bahasa pohon duria…

Puisi: Rimba (Karya L.K. Ara)

Rimba Lewat sisa gerimis di kaca Kita saksikan rimba Rimba yang tertutup kabut Dan bukitpun dilingkup senyap Cipayung, 7 Maret 1986 …

Puisi: Sajak Berlayar (Karya Surasono Rashar)

Sajak Berlayar Berlayarlah berlayarlah menuju-Ku Itu perahu untuk engkau naiki Jangan hampiri yang serba palsu Itu pertanda hati yang ragu …

Puisi: Lagu Biasa (Karya Abdul Hadi WM)

Lagu Biasa Musik jazz yang tenang dengan kalimat-kalimat Chu Yuan yang masih berdebat Riung Gunung, kabut Puncak dan aku malam ini Punya la…

Puisi: Sungai Musi – Venesia dari Timur (Karya Surasono Rashar)

Sungai Musi – Venesia dari Timur dengan air kebiruan kudayung sampan anggun jembatan Ampera di atasnya Venesia dari timur dengan sampan-s…

Puisi: Penyair Muda (Karya Joko Pinurbo)

Penyair Muda Masa muda telah ia rangkum dan ia masukkan ke dalam tas gendongnya, dua puluh kilogram beratnya. Pagi-pagi sekali ia pamit kepa…

Puisi: Perburuan (Karya Joko Pinurbo)

Perburuan Api unggun masih marak di atas ranjang. Dua pengelana saling merapat menghangatkan badan. "Berapa jauh lagikah kita berjalan?&…

Puisi: Nakula-Sadewa (Karya Beni Setia)

Nakula-Sadewa Dulu: pencinta ulung itu membelah cermin: aku dan bayanganku terpisah Siapa yang lebih ut…
© Sepenuhnya. All rights reserved.