Puisi: Bapak (Karya Abdul Wahid Situmeang) Bapak Bapak jadi hewan tapi hewan bukan bapak hewan kasih pada anak Aku ratapi kemalangan bapak bilang: Diam! aku tak ma…
Puisi: Maut (Karya Abdul Wahid Situmeang) Maut (maut bisa datang ke sini saat ini atau dia memang sudah di sini datang menjemput membawaku pergi) Bahwa kau akan datang aku tak pernah ragu tap…
Puisi: Senjata (Karya Abdul Wahid Situmeang) Senjata Keringat mengucur darah memancur dari dada pahlawan yang gugur panji perjuangan pantang mundur merebut tampuk hati serta menggeng…
Puisi: Tantangan (Karya Abdul Wahid Situmeang) Tantangan Siapa lagi mau angkat bicara tentang kejayaan dan kemegahan bangsa di atas ini bumi luka parah bumi yang sabar dan r…
Puisi: Dokter Mata (Karya Joko Pinurbo) Dokter Mata Belakangan ini saya banyak mendapat gangguan mata. Apa dan siapa yang saya lihat sering tampak be…
Puisi: Megatruh Solidaritas (Karya Wiji Thukul) Megatruh Solidaritas akulah bocah cilik itu kini aku datang kepada dirimu akan kuceritakan masa kanak-kanakmu akulah bocah cilik itu yang tak berani …
Puisi: Dermaga (Karya Rini Intama) Dermaga Tak seorang pun tahu mengapa laki-laki itu datang dan duduk di dermaga; datang tepat di tengah bulan…
Puisi: Dermaga (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa) Dermaga Jangan kau ajak aku bersama jika kau anggap sebagai dermaga atau tempat pelepas dahaga saat kau hau…
Puisi: Sepeda Tua (Karya Wayan Jengki Sunarta) Sepeda Tua sepeda tua di sudut kelam berapa kali musim rindu mendera rentamu pada putaran jeruji waktu kaki mungil mengayuh angin ha…