Postingan

Puisi: Serenada Hitam (Karya W.S. Rendra)

Serenada Hitam (1) Aku akan masuk ke dalam hutan Lari ke dalam hutan Menangis ke dalam hutan. Kerna mereka telah memisahkan kami: aku dan…

Puisi: Dua Burung (Karya W.S. Rendra)

Dua Burung Adalah dua burung bersama membuat sarang. Kami berdua serupa burung terbang tanpa sarang. Sumber:  Gajah Mada (1958…

Puisi: Kau pun Tahu (Karya Acep Zamzam Noor)

Kau pun Tahu Kau pun tahu, tak ada lagi cinta Dalam pengembaraanku Bintang-bintang yang kuburu Semua meninggalkanku Lampu-lamp…

Puisi: Sepantun Laut (Karya J. E. Tatengkeng)

Sepantun Laut Duduk di pantai waktu senja, Naik di rakit buaian ombak, Sambil bercermin di air kaca, Lagi diayunkan lagu ombak. Lautan …

Puisi: Ciliwung (Karya W.S. Rendra)

Ciliwung Ciliwung kurengkuh dalam nyanyi kerna punya coklat kali Solo. Mama yang bermukim dalam cinta dan berulang kusebut dalam …

Puisi: Lagu Malam (Karya W.S. Rendra)

Lagu Malam Burung malam lepas dua-dua membendung anak kali dari langit. Jatuhlah merjan-merjan mimpi. Digetarkan bulu-bulu tubuhn…

Puisi: Di Bawah Bulan (Karya W.S. Rendra)

Di Bawah Bulan Ketika sebuah suara memanggil namanya ia hentikan langkahnya. Rumpun pohonan remang-remang mahkota cahaya di pucu…

Puisi: Pertemuan di Pinggir Kali (Karya W.S. Rendra)

Pertemuan di Pinggir Kali Bulan di air kali, berdekapan kami di tebing rumputan mengurai jumlah rindu yang didukung wajahnya mengibas kesepian…

Puisi: Nyanyian Duniawi (Karya W.S. Rendra)

Nyanyian Duniawi Ketika bulan tidur di kasur tua gadis itu kucumbu di kebun mangga. Hatinya liar dan birahi lapar dahaga ia injak dengan…
© Sepenuhnya. All rights reserved.