Postingan

Puisi: Laut Ibu (Karya Mahdi Idris)

Laut Ibu Begitu dalam lautmu aku tersesat dalam gelombang menghempas pandang ke daratan pecah hasrat dikutuk buih. Ah, Ibu, bil…

Puisi: Juni Pertama (Karya Kirdjomuljo)

Juni Pertama Jauh sudah aku menguatkan hatiku mempertahankan bunga-bunga mekar di mataku menyanyikan ombak berkejaran bicara d…

Puisi: Di Batas Yogya (Karya Kirdjomuljo)

Di Batas Yogya Kenangan demi kenangan memimpin langkahku Angin kurasa menyertai di sisiku Tetapi aku tetap termangu Berdiri di…

Puisi: Perjuangan (Karya Kirdjomuljo)

Perjuangan Yang terjauh ia hanya minta kepadamu Kepadamu, kepada semua perjuangannya Semua hal yang sementara Yang terpahit ia…

Puisi: Tanah Air (Karya Kirdjomuljo)

Tanah Air Siapa hendak kusebutnya Kini jelas berlinang di mata puisiku Kenyataan dan impiannya menatapku Betapa indahnya, betapa…

Puisi: Hari Kemerdekaan (Karya Kirdjomuljo)

Hari Kemerdekaan Akhirnya tak terlawan olehku Tumpah di mataku, di mata sahabat-sahabatku ke hati kita semua Bendera-bendera d…

Puisi: Di Bayang Mata Pak Dirman (Karya Kirdjomuljo)

Di Bayang Mata Pak Dirman Saat kutatap adamu di masa silam Kulihat adamu di masa datang dan lebih menyala Meyakinkan generasiku Harus menyelesaikan y…

Puisi: Ngarai Si Anok (Karya Rifa'i Ali)

Ngarai Si Anok Berat himpitan Gunung Singgalang, Atas dataran di bawahnya Hingga rengkah tak alang-alang: Ngarai lebar dengan dalamnya. Bumi runtuh-r…

Puisi: Jelang Ulang Tahun (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Jelang Ulang Tahun simpan ucapan atau harapan panjang umur ketika langkah kian dekat di pintu kubur. 2010 Analisis Puisi: Puisi "…
© Sepenuhnya. All rights reserved.