Postingan

Puisi: Wedharing Wacana Mulya (Karya Gunawan Maryanto)

Wedharing Wacana Mulya Maret Kau yang berdiri di ujung musim hujan Di antara bunga gelagah berguguran Kupanggil namamu. Kupanggil n…

Puisi: Sepeda Berputar (Karya Kang Thohir)

Sepeda Berputar Sepeda berputar sesuai perintahnya Kala berhenti semuanya akan terdiam Sambil menahan rem Melaju kencang bila tenaga ditambah Akan m…

Puisi: Perawan Tua (Karya W.S. Rendra)

Perawan Tua Pada buah nyanyi adalah mimpinya terantuk pada kerasnya dada bulan. - O, kerut-merut sudah tiba dan hari-hari mengg…

Puisi: Lagu Serdadu (Karya W.S. Rendra)

Lagu Serdadu Kami masuk serdadu dan dapat senapan ibu kami nangis tapi elang toh harus terbang. Yoho, darah kami campur arak! Yoho, mimpi ka…

Puisi: Pohon Beringin (Karya Sutan Takdir Alisjahbana)

Pohon Beringin (Kenangan kepada Solo) Tinggi melangit puncakmu bermegah, Melengkung memayung daunmu bodi. …

Puisi: Gempa Bumi Majene (Karya Husain Landitjing)

Gempa Bumi Majene ada lagikah makna peringatan besar yang lain di luar bencana di luar segala ini, di sini? tidakkah arah kejadian semacam ini, Tuha…

Puisi: Lagu Angin (Karya W.S. Rendra)

Lagu Angin Jika aku pergi ke timur arahku jauh, ya, ke timur. Jika aku masuk ke hutan aku disayang, ya, di hutan. Aku pergi d…

Puisi: Terpisah (Karya W.S. Rendra)

Terpisah Racun lagu duka merambat di kelengangan malam kota. Lampu jalanan dipingsankan hujan. Berbaringan rumah-rumah wajahmu di temboknya.…

Puisi: Lagu Duka (Karya W.S. Rendra)

Lagu Duka Ia datang tanpa menetuk lalu merangkulku adapun ia yang licik bernama duka. Ia bulan jingga neraka langit dadaku adapun…
© Sepenuhnya. All rights reserved.