Postingan

Puisi: Kota Sebelum Hari Raya (Karya Alex R. Nainggolan)

Kota Sebelum Hari Raya hanya remah langkah, kerumunan orang di toko swalayan. memanggul jenuh tubuh, di antara kortingan harga. jalanan…

Puisi: Shalatku (Karya L.K. Ara)

Shalatku Shalatku Bagai mawar Bunga dalam taman Memberi kesejukan Dan menyebar wangi Dalam ladang kehidupan Shalatku Bagai pisau …

Puisi: Wedharing Wacana Mulya (Karya Gunawan Maryanto)

Wedharing Wacana Mulya Maret Kau yang berdiri di ujung musim hujan Di antara bunga gelagah berguguran Kupanggil namamu. Kupanggil n…

Puisi: Sepeda Berputar (Karya Kang Thohir)

Sepeda Berputar Sepeda berputar sesuai perintahnya Kala berhenti semuanya akan terdiam Sambil menahan rem Melaju kencang bila tenaga ditambah Akan m…

Puisi: Perawan Tua (Karya W.S. Rendra)

Perawan Tua Pada buah nyanyi adalah mimpinya terantuk pada kerasnya dada bulan. - O, kerut-merut sudah tiba dan hari-hari mengg…

Puisi: Lagu Serdadu (Karya W.S. Rendra)

Lagu Serdadu Kami masuk serdadu dan dapat senapan ibu kami nangis tapi elang toh harus terbang. Yoho, darah kami campur arak! Yoho, mimpi ka…

Puisi: Pohon Beringin (Karya Sutan Takdir Alisjahbana)

Pohon Beringin (Kenangan kepada Solo) Tinggi melangit puncakmu bermegah, Melengkung memayung daunmu bodi. …

Puisi: Gempa Bumi Majene (Karya Husain Landitjing)

Gempa Bumi Majene ada lagikah makna peringatan besar yang lain di luar bencana di luar segala ini, di sini? tidakkah arah kejadian semacam ini, Tuha…

Puisi: Terpisah (Karya W.S. Rendra)

Terpisah Racun lagu duka merambat di kelengangan malam kota. Lampu jalanan dipingsankan hujan. Berbaringan rumah-rumah wajahmu di temboknya.…
© Sepenuhnya. All rights reserved.