Postingan

Puisi: Pantai Tirta Samudra (Karya Kinanthi Anggraini)

Pantai Tirta Samudra (: Lasinta Ari Nendra Wibawa) Pada akhirnya, aku memilih cintamu Ari Nendra lelaki bermata elang berpendar merah memba…

Puisi: Sinar (Karya L.K. Ara)

Sinar Tuhan Aku perlu matahari Sinar yang kau hamparkan Bagi umat semesta Tapi aku perlu juga Sinar mata kekasih Sinar mata yang mengg…

Puisi: Ketika Sang Guru Berkata (Karya Herman RN)

Ketika Sang Guru Berkata "saya tidak mau jadi guru" dimana Indonesia Jepang tersenyum Amerika bertepuk dada Indonesia terbatuk…

Puisi: Kamar 1105 (Karya Joko Pinurbo)

Kamar 1105 Pada akhir pekan saya menyepi di sebuah hotel tua di pinggiran kota. Petugas hotel mengantar saya ke kamar nomor 1105. "Suda…

Puisi: Ke Pasar di Hari Natal (Karya Kurniawan Junaedhie)

Ke Pasar di Hari Natal Di lorong itu tak ada daging-daging digantungkan. Tak ada pisau tergeletak di meja.  Di …

Puisi: Terbakar Api Suci (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Terbakar Api Suci ia yang terkutuk dari pintu ke pintu diam dalam bisu langit kering dalam ladang-ladang hati lewat lubang angin lew…

Puisi: Ke Samudra (Karya L.K. Ara)

Ke Samudra Pejamkan matamu Lalu saksikan Jejak kita Di pucuk ombak Heningkan sekitarmu Lalu tangkap Kata-kata kita Di angin lewat…

Puisi: Di Tepi Tebing (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Di Tepi Tebing Dingin. Bibir terakhir yang menyentuhnya. Sebelum ia hilang dari tepi, altar memar yang menjulang, dari mana ia tumbang, mung…

Puisi: Shalat Magrib di Tua Tunu (Karya L.K. Ara)

Shalat Magrib di Tua Tunu Inilah sholat magrib yang nyaman di Tua Tunu Di sebuah mesjid tua yang tak dimakan api Meski Belanda telah membakar…
© Sepenuhnya. All rights reserved.