Postingan

Puisi: Secangkir Teh pada Saat Hujan (Karya Agit Yogi Subandi)

Secangkir Teh Pada Saat Hujan Dulu, kita sering minum teh di teras, ketika hujan mengeras. kita dengar ri…

Puisi: Malam Pun Gelisah (Karya Gunoto Saparie)

Malam Pun Gelisah ada yang menembang megatruh suaranya rawan, sayup, dan jauh ada yang melangkah terseret di luar pintu ada angin bertiup pe…

Puisi: Aku Samudra (Karya Ariadi Rasidi)

Aku Samudra Aku samudra tak lekang oleh panas dan malam airku terus mengalir tak pernah surut meski mentari setia memanggang setiap hari Diriku adala…

Puisi: Selalu Aku Menjelma dalam Hujan (Karya Mochtar Pabottingi)

Selalu Aku Menjelma dalam Hujan A Pada mulanya adalah panah-panah air     yang menari berloncatan di atas genang     di tabuh tambur daunan pohon-poh…

Puisi: Pantai Tirta Samudra (Karya Kinanthi Anggraini)

Pantai Tirta Samudra (: Lasinta Ari Nendra Wibawa) Pada akhirnya, aku memilih cintamu Ari Nendra lelaki bermata elang berpendar merah memba…

Puisi: Sinar (Karya L.K. Ara)

Sinar Tuhan Aku perlu matahari Sinar yang kau hamparkan Bagi umat semesta Tapi aku perlu juga Sinar mata kekasih Sinar mata yang mengg…

Puisi: Ketika Sang Guru Berkata (Karya Herman RN)

Ketika Sang Guru Berkata "saya tidak mau jadi guru" dimana Indonesia Jepang tersenyum Amerika bertepuk dada Indonesia terbatuk…

Puisi: Ibunda Martijah (Karya Abdul Hadi WM)

Ibunda Martijah (kepada anaknya Abdul Hadi) Syukurlah malam. Bulan telah di puncak perbukitan Kupetik tali ke…

Puisi: Kamar 1105 (Karya Joko Pinurbo)

Kamar 1105 Pada akhir pekan saya menyepi di sebuah hotel tua di pinggiran kota. Petugas hotel mengantar saya ke kamar nomor 1105. "Suda…
© Sepenuhnya. All rights reserved.