Postingan

Puisi: Doa Pembakaran (Karya Abrar Yusra)

Doa Pembakaran         Api apa membakar ? Membuat darah panas dan bergolak di urat-urat nadi?         Api apa membakar diri? Membakar gelap ini?     …

Puisi: Aku Harus Kuat (Karya Okto Son)

Aku Harus Kuat Di dalam ruang yang telah usang Dengan kebahagiaan yang mulai memudar Betapa hidupku kini menjadi berantakan Ku s'lalu memikirkan …

Puisi: Menunggu (Karya Agit Yogi Subandi)

Menunggu menunggumu, kudengar keluh bangku taman di dekat kembang pagar perdu; suaranya, retak daun musim gugur dan angin yang menumbur da…

Puisi: Perjalanan Subuh (Karya L.K. Ara)

Perjalanan Subuh Hari masih subuh Subuh benar-benar subuh Ketika kami mencari mesjid Untuk sholat subuh Dalam perjalanan Di tengah em…

Puisi: Rahasia Cula (Karya F. Rahardi)

Rahasia Cula Mengapa cula itu tonjolan keras di moncong itu dicari-cari lalu dijual dengan harga mahal? Mengapa pemilik cula it…

Puisi: Kupu-Kupu (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Kupu-Kupu kupu-kupu kecil itu tersesat ke dalam kamarku di antara hiasan tanduk rusa dan rak-rak buku ia meliuk-liuk seperti tak tahu ara…

Puisi: Nikah Pelacur Tak Punya Tubuh (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Nikah Pelacur Tak Punya Tubuh Kau bawa aku ke bukit asing: pengembaraan matahari yang menyebarkan harum keringat golgota. kematian dan keban…

Puisi: Antri Uang di Bank (Karya Afrizal Malna)

Antri Uang di Bank Seseorang datang menemui punggungku Membicarakan sesuatu, menghitung sesuatu, seperti ka…

Puisi: Ketika Hujan Mulai Deras (Karya Agit Yogi Subandi)

Ketika Hujan Mulai Deras jika hujan mulai deras, menguarkan bau segar daun-daun kemudian langit seperti batu …
© Sepenuhnya. All rights reserved.