Postingan

Puisi: Ke Pasar di Hari Natal (Karya Kurniawan Junaedhie)

Ke Pasar di Hari Natal Di lorong itu tak ada daging-daging digantungkan. Tak ada pisau tergeletak di meja.  Di …

Puisi: Terbakar Api Suci (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Terbakar Api Suci ia yang terkutuk dari pintu ke pintu diam dalam bisu langit kering dalam ladang-ladang hati lewat lubang angin lew…

Puisi: Ke Samudra (Karya L.K. Ara)

Ke Samudra Pejamkan matamu Lalu saksikan Jejak kita Di pucuk ombak Heningkan sekitarmu Lalu tangkap Kata-kata kita Di angin lewat…

Puisi: Di Tepi Tebing (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Di Tepi Tebing Dingin. Bibir terakhir yang menyentuhnya. Sebelum ia hilang dari tepi, altar memar yang menjulang, dari mana ia tumbang, mung…

Puisi: Stasiun Kereta Api Kota Malang (Karya Hendro Siswanggono)

Stasiun Kereta Api Kota Malang kala siang suatu hari di bulan Agustus Kota Malang akhirnya, gerbong-gerbong kereta yang kembali dan tak dikenali, per…

Puisi: Shalat Magrib di Tua Tunu (Karya L.K. Ara)

Shalat Magrib di Tua Tunu Inilah sholat magrib yang nyaman di Tua Tunu Di sebuah mesjid tua yang tak dimakan api Meski Belanda telah membakar…

Puisi: Kota Sebelum Hari Raya (Karya Alex R. Nainggolan)

Kota Sebelum Hari Raya hanya remah langkah, kerumunan orang di toko swalayan. memanggul jenuh tubuh, di antara kortingan harga. jalanan…

Puisi: Saat Shalat Subuh (Karya Abdul Wachid B. S.)

Saat Shalat Subuh seorang imam terlupa ayat yang mengingatkan bacaan dengan fasih istrinya di makmuman de…

Puisi: Shalatku (Karya L.K. Ara)

Shalatku Shalatku Bagai mawar Bunga dalam taman Memberi kesejukan Dan menyebar wangi Dalam ladang kehidupan Shalatku Bagai pisau …
© Sepenuhnya. All rights reserved.