Postingan

Puisi: Iktikaf (Karya Mahdi Idris)

Iktikaf Di sudut masjid aku duduk kusyuk dalam zikir bibir  bergetar ingatan beku; kalamku kaku. Sepekan sekali menjelang k…

Puisi: Mezbah (Karya Goenawan Mohamad)

Mezbah Mezbah ini sebuah kota yang tak menyebutkan namanya seperti kamar mayat sementara. Tak ada tempat yang lapang …

Puisi: Aku Adalah (Karya Aspar Paturusi)

Aku Adalah tagihan menumpuk di hatiku agar aku beramal baik selalu paham makna kebenaran kejujuran atau pun keadilan tak pernah cukup upayaku memenuh…

Puisi: Hikayat Aradea (Karya Ahda Imran)

Hikayat Aradea Menyerupai hewan pengerat seseorang berdiam dalam kepalaku dipecahkannya pembuluh darahku sehingga otakku tergenang dalam d…

Puisi: Padang Katelong (Karya D. Zawawi Imron)

Padang Katelong Bergoyang kuda putih gempita padang katelong Bergerak satria putih mayat-mayat bergelimpa…

Puisi: Mengukir Tubuhmu (Karya Acep Zamzam Noor)

Mengukir Tubuhmu Duabelas jam aku mengukir tubuhmu Menjadi hujan. Tubuhmu menaburkan sunyi Yang terpendam di belantara ingatan Tubuhmu sul…

Puisi: Song for Sabrinna (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Song for Sabrinna Sebab gorden terbuka. dan wajahmu mengabur dalam hujan di kaca jendela dalam usia yang merambat pada kalender abad-abad …

Puisi: Jiwa Pemuda (Karya Muhammad Sapriansyah)

Jiwa Pemuda Aku tangkas lagi rupawan Laksana garuda di atas awan Tiada tara tiada padanan Akulah teruna dambaan Aku pemuda Solid kukuh tembok aku and…

Puisi: Parangtritis-Krakal (Karya Acep Zamzam Noor)

Parangtritis-Krakal ( Buat Catherina Setyawati ) Di luar segala sunyi hanya bukit karang Yang masih bisa kut…
© Sepenuhnya. All rights reserved.