Postingan

Puisi: Asap (Karya Sulaiman Juned)

Asap Debu gelap menjemput kerinduan sepanjang debaran rasa terkepung-terasing asap kesepian . Padang, 2002 Analisis Puisi: Puisi "Asa…

Puisi: Tunggu (Karya Slamet Sukirnanto)

Tunggu dari celah celah bukit matahari segera terbit langit siapa mulai terang pijar lilin mulai datang angin lama tak singgah biarkan yang mengemban…

Puisi: Rumah Ibu (Karya Alex R. Nainggolan)

Rumah Ibu barangkali ia sehimpunan doa yang berkerumun saat bayi menangisi waktu dan gemar meminum susu dari payudara yang padat semen…

Puisi: Setelah Pengakuan Dosa (Karya W.S. Rendra)

Setelah Pengakuan Dosa Telah putih tangan-tangan jiwaku berdebu kau siram air mawar dari lukamu. Burung malam lari dari subuh. Kijang ya…

Puisi: Cinta Monyet (Karya Abdul Wachid B. S.)

Cinta Monyet hutan jati di belakang rumahmu yang semasa kecilmu melebat pohon jambu hutan yang sering kau panjati ketika kau mengadu l…

Puisi: Tobat (Karya W.S. Rendra)

Tobat Aku tobat, ya Tuhanku tobat atas segala dosaku. Kacang-kacang berkembang daun kobis segar di ladang. Jantung-Mu adalah biji kenta…

Puisi: Di Meja Makan (Karya W.S. Rendra)

Di Meja Makan Ia makan nasi dan isi hati pada mulut terkunyah duka tatapan matanya pada lain sisi meja lelaki muda yang dirasa tidak lagi …

Puisi: Doa Kemerdekaan (Karya Mustofa Bisri)

Doa Kemerdekaan Ya Allah ya Tuhan kami Di hari kemerdekaan negeri kami Kami memohon kepada-Mu, ya Allah Ilhamilah kami untuk dapat menyadari…

Puisi: Kemang (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Kemang jika suatu waktu aku tiba lagi di jalanan berhias cahaya malam ingin kukenang wajahmu dalam setangkup dosa sebagai laron aku …
© Sepenuhnya. All rights reserved.