Puisi: Menunggu Ibu (Karya Isbedy Stiawan ZS) Menunggu Ibu sudah berapa lama tak lagi kugali garam dari tubuhmu, sebab aku sudah jauh berjalan tapi ibu selalu memanggilku: merekatk…
Puisi: Debu (Karya Abdul Wachid B. S.) Debu di sebuah kebun apel kau aku saksikan : sezarah tanah yang kau sebut debu itu diterbangkan oleh angin barangkali ia bagian dari…
Puisi: Masjid Saka Tunggal (Karya Abdul Wachid B. S.) Masjid Saka Tunggal masjid satu pilar di tengahnya empat sayap seperti totem tergambar bawah tiang kaca…
Puisi: Lalu Gerimis (Karya Isbedy Stiawan ZS) Lalu Gerimis (1) lalu gerimis dan kau mulai menimbang-nimbang apakah akan terus jalan atau diam-berdiang sementara malam menggelayut …
Puisi: Burung (Karya Isbedy Stiawan ZS) Burung adalah burung di waktu suwung pagi merekah. aku menemui tak hinggap di pohon. sayap basah, hujan telah menguyupkan tubuhmu aku …
Puisi: Sapu Tangan dari Ibu (Karya Linda Christanty) Sapu Tangan dari Ibu Menjelang subuh, ia berpisah dengan ibu dan adiknya. Ia melihat mereka berdiri di ambang pintu sebelum sirna dalam kepa…
Puisi: Di Pemakaman (Karya Linda Christanty) Di Pemakaman Para pelayat melangkah di tanah kering. Hujan belum sampai di sini. Dari jendela-jendela rumah makam sang raja memanc…
Puisi: Andai Kata (Karya Mustofa Bisri) Andai Kata Andai kata kupunya tak hanya lengan lunglai tempat kita meletakkan kalah. Andai kata kupunya tak hanya p…
Puisi: Pelabuhan Ampenan (Karya Acep Zamzam Noor) Pelabuhan Ampenan Sebuah jalan membelah kebisuan siang Udara panas serta debu mengepul ke udara Aku menyusuri pedestrian, melewati deretan t…