Postingan

Puisi: Sebuah Musik (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Sebuah Musik sebuah musik bagai gemuruh jutaan pedang mencari liang dekat selangkang tapi, tiada luka meski terbuka lubang menun…

Puisi: Selamat Jalan Sahabat (Karya Aspar Paturusi)

Selamat Jalan Sahabat buat kau sahabat,          akulah yang mengirimkan doa kuyakin,           kau tenteram di sana semoga kita bakal bertemu hanya …

Puisi: Butir Hujan (Karya Esha Tegar Putra)

Butir Hujan butiran hujan turun dari talang betung atap rumahmu membentuk tali dan menyerupai ular yang setiap malam mematuk tidur…

Puisi: Masa Lalu (Karya Aspar Paturusi)

Masa Lalu bisakah kuhimpun kembali ceceran kepingan waktu di halaman kehidupan bisakah kuraih lagi gumpalan angan jauh sudah terbang …

Puisi: Hujan yang Berlalu (Karya Agit Yogi Subandi)

Hujan yang Berlalu "pelan-pelan, sayang! hujan perlahan reda..." tubuhku asing di antara tubir t…

Puisi: Kekuasaan yang Sewenang-wenang (Karya Wiji Thukul)

Kekuasaan yang Sewenang-wenang Kekuasaan yang sewenang-wenang membuat rakyat selalu berjaga-jaga dan tak bisa tidur tenang sa…

Puisi: Hujan Malam Ini Turun (Karya Wiji Thukul)

Hujan Malam Ini Turun Hujan malam ini turun untuk melindungiku Intel-intel yang bergaji kecil pasti jengkel dengan yang memerintahmu …

Puisi: Jakarta Simpang Siur (Karya Wiji Thukul)

Jakarta Simpang Siur Jakarta simpang siur ormas-ormas tiarap tiap dengar berita pasti ada aktivis ditangkap telepon-telep…

Puisi: Sajak Setumbu Nasi Sepanci Sayur (Karya Wiji Thukul)

Sajak Setumbu Nasi Sepanci Sayur setumbu nasi sepanci sayur kobis renungan hari ini berjongkok di dapur angan terbuka seperti layar bioskop bising me…
© Sepenuhnya. All rights reserved.