Postingan

Puisi: Tanjung Bira (Karya Aspar Paturusi)

Tanjung Bira ada hamparan sajadah di laut kulihat ikan-ikan segera sujud ombak pun bergantian sujud batu-batu karang terpaku d…

Puisi: Ayam (Karya Aspar Paturusi)

Ayam ayam betina piaraan tetangga         diam tak berkotek ia baru saja menyaksikan sesamanya         bertumpuk-tumpuk di atas truk         menahan …

Puisi: Kau Tahu, Perempuanku, Aku Mencintaimu (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Kau Tahu, Perempuanku, Aku Mencintaimu Sebab Aku tak Ingin Lagi Jadi Piatu aku jadi piatu ingin kembali ke rahim agar dilahirkan ibu …

Puisi: Engkau dan Aku (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Engkau dan Aku (1) (: Rindu Ibu) Engkaukah yang menungguku atau aku yang mesti memburumu dan merengkuh setiap katamu? Engkau dan …

Puisi: Aku Berlayar (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Aku Berlayar aku berlayar bersama matahari ke dalam sajadahku. inilah perjalananku yang sunyi setelah bertahun-tahun matahari meng…

Puisi: Meniti Hujan (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Meniti Hujan meniti barisan hujan yang menembus mantelku kulihat cairan kabut menjelma jadi mata mengalir dalam pukaumu kuraih jalan…

Puisi: Menunggu Ibu (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Menunggu Ibu sudah berapa lama tak lagi kugali garam dari tubuhmu, sebab aku sudah jauh berjalan tapi ibu selalu memanggilku: merekatk…

Puisi: Dengan Hati (Karya Abdul Wachid B. S.)

Dengan Hati ketika kau berkata-kata dengan dirimu sendiri apakah ada dua dirimu yang saling bertanya? apakah dirimu yang satu terlah…

Puisi: Debu (Karya Abdul Wachid B. S.)

Debu di sebuah kebun apel kau aku saksikan : sezarah tanah yang kau sebut debu itu diterbangkan oleh angin barangkali ia bagian dari…
© Sepenuhnya. All rights reserved.