Puisi: Ode buat Ibu (Karya Aspar Paturusi) Ode buat Ibu perempuan adalah ibu di hatinya ada mata air mengalirkan kasih sayang perempuan adalah lilin kehidupan di mat…
Puisi: Rupiah (Karya Aspar Paturusi) Rupiah bisakah kita tidak jatuh sakit karena dari rumah sakit satu ke yang lain tak ada tempat tersedia buat kita jawaban sama: penuh semua kita bisa…
Puisi: Tidur Nyenyak (Karya Aspar Paturusi) Tidur Nyenyak jangan bangunkan aku di tengah malam aku bersiap bertemu tidur yang nyenyak Jakarta, 12 Desember 2011 Analisis Puisi: Tema utama puisi …
Puisi: Tanjung Bira (Karya Aspar Paturusi) Tanjung Bira ada hamparan sajadah di laut kulihat ikan-ikan segera sujud ombak pun bergantian sujud batu-batu karang terpaku d…
Puisi: Ayam (Karya Aspar Paturusi) Ayam ayam betina piaraan tetangga diam tak berkotek ia baru saja menyaksikan sesamanya bertumpuk-tumpuk di atas truk menahan …
Puisi: Kau Tahu, Perempuanku, Aku Mencintaimu (Karya Isbedy Stiawan ZS) Kau Tahu, Perempuanku, Aku Mencintaimu Sebab Aku tak Ingin Lagi Jadi Piatu aku jadi piatu ingin kembali ke rahim agar dilahirkan ibu …
Puisi: Engkau dan Aku (Karya Isbedy Stiawan ZS) Engkau dan Aku (1) (: Rindu Ibu) Engkaukah yang menungguku atau aku yang mesti memburumu dan merengkuh setiap katamu? Engkau dan …
Puisi: Aku Berlayar (Karya Isbedy Stiawan ZS) Aku Berlayar aku berlayar bersama matahari ke dalam sajadahku. inilah perjalananku yang sunyi setelah bertahun-tahun matahari meng…
Puisi: Meniti Hujan (Karya Isbedy Stiawan ZS) Meniti Hujan meniti barisan hujan yang menembus mantelku kulihat cairan kabut menjelma jadi mata mengalir dalam pukaumu kuraih jalan…