Postingan

Puisi: Selamat Tinggal Cinta (Karya Hasbi Burman)

Selamat Tinggal Cinta Teluk semakin tertutup buat kapal-kapal termangu tanpa ada yang membelai kecuali ombak laut dan baris-baris kenangan ya…

Puisi: Perang dan Cinta (Karya Kasim Mansur)

Perang dan Cinta Aku tidak lagi mengantar bunga untuk kekasihku sebab saudaranya memerangi aku dan aku pun memerangi saudaranya: Di antara kami kedua…

Puisi: Rumah Cinta (Karya Abdul Wachid B. S.)

Rumah Cinta sinar subuh sebelum menjelang rupa dan warna wajahmu makin mengabur sebab sorotan matahari baru yang menghembus dari hadapan …

Puisi: Pesona Cinta (Karya Aspar Paturusi)

Pesona Cinta bila api cinta dari diam berubah nyala kau pun mabuk diliputi kabut perasaan pesona cinta yang tak mudah dipahami jangan menghindar dari…

Puisi: Prelude (Karya Abdul Hadi WM)

Prelude (1) Di atas laut. Bulan perak bergetar suhu pun melompat Di bandar kecil itu. Aku pun dapat menerka…

Puisi: Ikrar Cinta (Karya Faisal Ismail)

Ikrar Cinta Demi bukit-bukit alit yang membentang Demi hutan hijau yang masih perawan Kuikrarkan cintaku padamu seorang Dari lubuk hati yang teramat …

Puisi: Cinta (Karya Ragil Suwarna Pragolapati)

Cinta Keasyikan sepanjang jalan-jalan kota cium dan pelukan yang tercuri di gang-gang senyap Makna yang tak termuat dalam kata bermain pasir dan omba…

Puisi: Perhelatan Cinta (Karya Joshua Igho)

Perhelatan Cinta ( : Dharmadi ) (1) Ini perhelatan cinta, bung! Di rumah tua Piek Ardijanto angin seperti m…

Puisi: Dalam Tahiat (Karya Mustofa Bisri)

Dalam Tahiat Dalam tahiat kulihat wajahmu berkelebat ke mana gerangan kau berangkat? berhentilah sesaat beri aku kesempatan munajat atau s…
© Sepenuhnya. All rights reserved.