Postingan

Puisi: Jam Dinding (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Jam Dinding sebelum malam usai dalam halusinasi jantung jam dinding itu berdetik berkali-kali ia tahu kau akan pergi ketik…

Puisi: Ibu (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Ibu tak perlu kau risau, ibu jejak langkah cintaku telah terhenti di sini selalu saja ada bagian dari keheninganku yang lindap ibu…

Puisi: Si Kikir (Karya Suripan Sadi Hutomo)

Si Kikir Si kikir kembali bernyanyi O, bonekaku yang manis Janganlah kau menangis Kembang bakung kembang turi Gadis kampung milik kami Terurai rambut…

Puisi: Kenangan (Karya Amal Hamzah)

Kenangan Putusnya tali kasih kita, adikku manis, datangnya dengan tiba-tiba, laksana pencuri di tengah malam. Seke…

Puisi: Gundah (Karya Ita Fatia)

Gundah Di gelapnya malam yang sunyi ini Kegundahan pun menyelimuti Tak ayal sanubari menjerit, Jika kakimu meninggalkan jejak di tanah Maka senyummu …

Puisi: Pensiun (Karya Aspar Paturusi)

Pensiun setiap hari kau rawat bunga-bunga sahabat segar di sisa-sisa usia ternyata hari tuamu tak sepi walau uang pensiun tak …

Puisi: Potret Kota Malam (Karya Iyut Fitra)

Potret Kota Malam (Tentang hujan yang turun semalaman. ia tuliskan sebisanya) Detak waktu. jalanan basah yan…

Nilai-Nilai Moderasi Beragama yang Terkandung dalam Tradisi Pagelaran Wayang Kulit

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman budaya, agama, dan tradisi. Keberagaman tersebut menjadi salah satu kekayaan bangsa yang perlu …

Menginspirasi Kebersamaan Lewat Kultum Subuh: "Bersedekah Tanpa Batas" oleh Kyai Khairuddin

Pagi itu, suasana Masjid Al Muttaqin di Desa Sampih dipenuhi oleh kehangatan dan kedamaian. Setelah melaksanakan salat Subuh berjamaah, para jamaah d…
© Sepenuhnya. All rights reserved.