Puisi: Dialog yang Diam (Karya Yusriman) Dialog yang Diam Rintik hujan mengetuk atap dengan lembut, seperti ingin bicara, tapi takut didengar. Di ruang kosong ini, suara hanya ilusi, terpera…
Puisi: Ketika Hujan Menjadi Saksi (Karya Yusriman) Ketika Hujan Menjadi Saksi Ruang kosong ini menyimpan terlalu banyak, lebih dari yang bisa kuungkap dengan kata. Dan hujan, oh hujan, kau terlalu pah…
Puisi: Kenangan Hujan (Karya Mustafa Ismail) Kenangan Hujan Dalam hujan, aku mencari tepi menyiapkan beberapa lembar kertas, pena, meneruskan surat-surat…
Puisi: Selaksa Hujan (Karya Abdul Wachid B. S.) Selaksa Hujan hujan memutih, sayang hujan mengirim bauan pelukan dan kesegaran hujan mendekap bayang-bayang waktu di terminal menunggu…
Puisi: Hujan di Kursi Kosong (Karya Yusriman) Hujan di Kursi Kosong Rintik hujan mengetuk pelan kaca jendela, seperti kenangan yang enggan reda. Di ruang ini hanya ada satu kursi, dan bayanganmu …
Puisi: Stasiun (Karya Mustofa Bisri) Stasiun Kereta rinduku datang menderu gemuruhnya meningkahi gelisah dalam kalbu membuatku semakin merasa terburu-buru tak l…
Puisi: Rindu Abadi (Karya Harta Pinem) Rindu Abadi Kubaca suratmu dalam kegamangan daun-daun rindu mengerang menimba luka bunga-bunga belum juga usai membawa usiaku dari tahun ke tahun hin…
Puisi: Ruang yang Bernama Rindu (Karya Yusriman) Ruang yang Bernama Rindu Rintik hujan jatuh tanpa arah, seperti rindu yang kehilangan rumah. Di ruang kosong ini, segalanya diam, bahkan waktu pun en…
Moderasi Beragama di Indonesia: Menguatkan Toleransi, Menolak Ekstremisme Indonesia merupakan negara yang dikenal dengan keberagamannya, baik dari segi agama, suku, budaya, maupun bahasa. Dengan enam agama resmi yang diakui…