Postingan

Puisi: Catatan Senja di Jendela Bus Kota (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Catatan Senja di Jendela Bus Kota Selalu saja berkelebat bayangmu Di antara kesiur angin, kepul asap dan debu Tak ada bau parfum yang tersisa…

Puisi: Selamat Tinggal (Karya Chairil Anwar)

Selamat Tinggal Aku berkaca Bukan buat ke pesta Ini muka penuh luka Siapa punya? Kudengar seru-menderu — dalam hatiku? — Apa hanya…

Puisi: Lukisan Waktu (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Lukisan Waktu Pintu itu sudah setua hidupku. sejarah dan waktu berlintasan dalam geritnya. hingga tak perlu kauketuk setiap kali akan memasu…

Puisi: Semangat (Karya Chairil Anwar)

Semangat Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang 'kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu! Aku ini binatang jalan…

Puisi: Tentang Sebuah Rumah (Karya Avianti Armand)

Tentang Sebuah Rumah Perempuan itu masuk ke dalam ruang yang kosong dan berkata: Mari kita mulai tinggal di sini. Laki-laki itu menggeleng d…

Puisi: Kematian Kepompong (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Kematian Kepompong Engkau ikut dalam arak-arakan itu. menuju rumah cinta yang tak berpintu. aku yang mengusung dan kita gali liang buat diri…

Puisi: Diponegoro (Karya Chairil Anwar)

Diponegoro Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menanti Tak gentar. Lawan banyaknya seratus…

Puisi: Tragedi Winka dan Sihka (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Tragedi Winka dan Sihka kawin         kawin             kawin                 kawin                     kawin                         ka             …

Puisi: Sendiri (Karya Chairil Anwar)

Sendiri Hidup tambah sepi, tambah hampa Malam apa lagi Ia mencekik ngeri Dicekik kesunyian kamarnya Ia membenci. Dirin…
© Sepenuhnya. All rights reserved.