Postingan

Puisi: Di Engkelili, Suatu Pagi (Karya Ajip Rosidi)

Di Engkelili, Suatu Pagi Empat lelaki menyusur pinggir kali Nasibnya mengalir bersama air menghilir Di mana mereka bertemu?…

Puisi: Wasil (Karya Ajip Rosidi)

Wasil (1) Api merah malam terang karenanya menjilat habis rumah dan suaminya saluki Wasil ingat anaknya lelap di kamar tinggal abu dan puin…

Puisi: Kusaksikan Manusia (Karya Ajip Rosidi)

Kusaksikan Manusia Kusaksikan manusia dendam-mendendam Kudengar denyut ketakutan mengejar siang dan malam Kuyakinkan mereka…

Puisi: Sementara Tawaf (Karya Ajip Rosidi)

Sementara Tawaf Kukitari rumah-Mu Kukitari rumah-Mu bersama jutaan umat Ketika Kauturunkan rahmat meresap ke dalam hati, …

Puisi: Bambu Jepang (Karya Ajip Rosidi)

Bambu Jepang Tahun lalu di halaman 'ku tanam bambu serumpun Sekarang tumbuh dalam hatiku daunnya merimbun. Sumber:  Sajak…

Puisi: Episode (Karya Ajip Rosidi)

Episode Di luar alam gerimis karena kau menangis dan air matamu membasahi dadaku. Padang ilalang bergelombang dan angin …

Puisi: Lagu Kerinduan (Karya Ajip Rosidi)

Lagu Kerinduan Wajahmu antara batang kelapa langsing menebar senyum dan matamu menjadikan daku burung piaraan semua hanya bayangan kerinduan: k…

Puisi: Harga Duit Turun Lagi (Karya Joko Pinurbo)

Harga Duit Turun Lagi Mengapa bulan di jendela makin lama makin redup sinarnya? Karena kehabisan minyak dan energi. Mimpi semakin mahal, …

Puisi: Di Hadapan Rahasiapa (Karya Joko Pinurbo)

Di Hadapan Rahasiapa untuk Adimas Immanuel Seorang penyair muda meninggalkan kotanya dan pergi jauh ke kota…
© Sepenuhnya. All rights reserved.