Postingan

Puisi: Mobil (Karya Kuntowijoyo)

M obil Mobil-mobil sudah berangkat pergi ke tengah kota meninggalkan gas dan debu terdengar mereka tertawa karavan yang sempurna Di pusat kota di mua…

Puisi: Nyanyian Musim Semi (Karya Leon Agusta)

Nyanyian Musim Semi di Keukenhof bulan April menyambutku dengan beribu bunga tulip yang membersit dari bumi di bawah langit musim semi …

Puisi: Nenekku (Karya Upita Agustine)

Nenekku Yang berdiri di bawah bayang Nyiur kelapa gading Ketika langit senja terobek Bibirnya menggetar Terbang burung gagak s…

Puisi: Karena Cinta (Karya Jalaluddin Rumi)

Karena Cinta Karena cinta, duri menjadi mawar Karena cinta, cuka menjelma anggur segar Karena cinta, keuntungan menjadi mahkota penawar Karena cinta,…

Puisi: Dengan Tengkorak (Karya S.M. Ardan)

Dengan Tengkorak Turunlah hujan! segera hujan dia turunkan Kami, aku, dan dia, kenal juga keserba-duaan Kami sama lapar, mencari dalam simpa…

Puisi: Dua Jalan (Karya Fitri Yani)

Dua Jalan kau meninggalkanku di antara dua jalan; sebentang jalan asmara dan sebuah batasan lara para pejalan tahu, tak semua perhentian…

Puisi: Mereka (Karya Gunawan Maryanto)

Mereka (: sq) Langit oranye di matamu Bunga-bunga rumput di sweatermu —tapi tak ada lagu Harus kunamakan apa, cinta yang berjat…

Puisi: Kami Kehilangan Kau Bron (Karya Mawie Ananta Jonie)

Kami Kehilangan Kau Bron Langit beberapa hari mendung, menangis tanpa gelegar guruh, kau Bron pergi meninggal…

Puisi: Untuk sebuah Mimpi dan Arti Kata Merdeka (Karya Mawie Ananta Jonie)

Untuk sebuah Mimpi dan Arti Kata Merdeka Ketika luka luka itu masih terus meradang dengan sakitnya adikku, ak…
© Sepenuhnya. All rights reserved.