Postingan

Puisi: Aku Pasti Kembali Pada-Mu (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Aku Pasti Kembali Pada-Mu Ketika embun pagi meredam api Cintaku  Dan burung jiwa kembali ke sarang hatiku  Kudengar lagi panggilan itu. Ya, panggilan…

Puisi: Kaubiarkan Rambutmu, Aina (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Kaubiarkan Rambutmu, Aina - pantai Sanur, Bali kaubiarkan rambutmu disapu angin, Aina berkibar-kibar dalam usapan cahaya senja senyummu menghamparkan…

Puisi: Sajak Bermain Kartu (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Sajak Bermain Kartu — jagongan di pedalaman yogya bermain kartu semalaman jiwa disimpan di dalam kulkas mata menari-nari di atas meja kepala dicopot,…

Puisi: Sajak Gadis Penjual Jagung Bakar (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Sajak Gadis Penjual Jagung Bakar — alun-alun utara Yogyakarta dalam kepulan asap jagung seorang gadis bermimpi melihat sorga — — Dengan jagung aku ak…

Puisi: Lagu Orang Buangan (Karya Ajip Rosidi)

Lagu Orang Buangan Selalu orang bilang: masih ada harapan Dan memang ia senang-senang bepergian Dalam sedan atas nama jawatan Selalu orang bilang: ma…

Puisi: Pantun Osaka-Nara (Karya Ajip Rosidi)

Pantun Osaka-Nara Dari Osaka hendak ke Nara Berhenti sebentar di Ikoma; Rindu hati tidak kentara Tapi zikir tetap bergema…

Puisi: Di Sini Segalanya Tak Mengenal Dimensi Waktu (Karya Ajip Rosidi)

Di Sini Segalanya Tak Mengenal Dimensi Waktu Di sini segalanya tak mengenal dimensi waktu Tiada lagi mendua-arti: antara kau dengan aku! Dalam cahaya…

Puisi: Satu saat dalam Sejarah (Karya Ajip Rosidi)

Satu saat dalam Sejarah Beginilah kisahnya: Dalam dinding-dinding penjara Terpahat sudah Nama para perwira Yang tak pernah mengalah Yang tak pernah m…

Puisi: Kepada Penyair (Karya Ajip Rosidi)

Kepada Penyair Penyair. Kaulah prajurit terakhir Yang meski dengan pena patah, mesti menegakkan Kebenaran Karena dunia Ta…
© Sepenuhnya. All rights reserved.