Postingan

Puisi: Condition (Karya Sitor Situmorang)

Condition Kami telah berharap dengan kehangatan tunas di musim hujan, dan bila kami kecewa seperti anak, tidak …

Puisi: Berita Perjalanan (Karya Sitor Situmorang)

Berita Perjalanan Kujelajah bumi dan alis kekasih Kuketok dinding segala kota Semua menyisih. Keragaman nikmat bebas Serta kerdilnya i…

Puisi: Sajak, Pembaca dan Penyair (Karya Sitor Situmorang)

Sajak, Pembaca dan Penyair Pembaca yang tercinta, jangan bertanya lahirnya sajak, jawabnya pulang maklum pada dirinya, apabila ia berka…

Puisi: Zina (Karya Kuntowijoyo)

Zina Zina adalah nafas lelaki berlomba dengan kelemahan mengutuk waktu sebagai polisi yang menyediakan penjara tanpa minum yang cukup Di buku hariann…

Puisi: Danau (Karya Kuntowijoyo)

Danau Kutemukan danau baru pada musim kering jerih dan mengaca menjamu burung masih terdengar tetes air yang jatuh kembali. Impian lama pun berdesaka…

Puisi: Pabrik (Karya Kuntowijoyo)

Pabrik Di sini dilahirkan raksasa bertulang besi bersaraf baja tidak perlu nyanyi dan ninabobo bidadari Berjalan sedetik sesudah turun dari kandungan…

Puisi: Pada Hari yang Lain (Karya Kuntowijoyo)

Pada Hari yang Lain Pada hari yang lain di angkasa seribu gagak raksasa menyerbu matahari menggugurkan batu-batu terbang menutup ruang Malaikat langi…

Puisi: Nama-Nama (Karya Kuntowijoyo)

Nama-Nama Nenek moyang mencipta nama-nama Mereka tinggalkan begitu saja tanpa catatan kaki Seolah sempurna isi kamus Ketika hari mendung dan engkau p…

Puisi: Penyucian (Karya Kuntowijoyo)

Penyucian Sebelum dihinakan kalungkan daun bodi dalam benang emas di pagi hari tuliskan huruf-huruf Abadi menandakan engkau lahir kembali Di tengah y…
© Sepenuhnya. All rights reserved.