Postingan

Puisi: Mata Pelangi (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Mata Pelangi kaubiarkan sebelah matamu meninggalkan rumah-nya mengembara ke dalam kelamin semesta seperti hujan naiki pelangi …

Puisi: Awan Tak Hanya Mengabarkan (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Awan Tak Hanya Mengabarkan selalu saja aku menyebutmu mawar. kau datang entah dari pulau mana. awan tak hanya mengabarkan, hujan juga…

Puisi: Jadi Cicak (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Jadi Cicak dalam ruangan ini aku jadi cicak dan seekor nyamuk mengacungkan belati. 2009-2010 Analisis Puisi : Puisi "Jadi…

Puisi: Kompetisi Musim Hujan (Karya Hasan Aspahani)

Kompetisi Musim Hujan DI kursi goyang, bersama encok di pinggang dan usia tua: waktu yang dikalkulasi seperti cicilan utang, dikenangnya sa…

Puisi: Takdir Insani (Karya Akhmad Taufiq)

Takdir Insani Ku jelang siang kala pagiku merindu Ku jelang malam kala petangku termangu Detik menuju menit dan menit meniti saat untuk …

Puisi: Perkampungan Ilahi (Karya Ahmad Nurullah)

Perkampungan Ilahi Berjalan di halaman perkampungan Ilahi Butiran mimpi yang tercecer hanyalah debu Tak ada tawa tak ada airmata Cuma seul…

Puisi: Rumah Sakit Hasan Sadikin (Karya Ahda Imran)

Rumah Sakit Hasan Sadikin Aku sakit. Orang-orang terbaring di atas tubuhku. Mereka demam . Angin membawa debu…

Puisi: Exodus (Karya Abdul Hadi WM)

Exodus Menyandang beban sunyi ini di sini Menyandang beban salib ini di sini Menyandang kehilangan Yang seakan Genderang mainan dipukul o…

Puisi: Nak, Tak Ada yang Bisa Mengubahmu (Karya D. Kemalawati)

Nak, Tak Ada yang Bisa Mengubahmu (19 Tahun Fathurrahman Helmi) Nak, sejak dalam rahim Ibu tak ingin menduga-d…
© Sepenuhnya. All rights reserved.