Puisi: Sungai (Karya Sitor Situmorang) Sungai Mereka yang sendiri menurun lembah di bayang telanjang Sunyi berjaga di puncak Menara Jauh di kolong kota kasihku bermuka-muka dengan hening m…
Puisi: Ke Yogya (Karya Sitor Situmorang) Ke Yogya Teman, pukul, pukul genderang Bagi teman yang mati perang Ini hari mereka hidup kembali Dan tak ‘kan mati-mati lagi Teman, pukul, pukul gend…
Puisi: Kasih (Karya F.L. Risakotta) Kasih Bunga yang layu di tangan berdarah di pipi gadis Tambatan kuda di tengah malam mengabur di subuhnya dan mari teruskan perjalanan dan jangan bat…
Puisi: Sungai Tay Dong (Karya F.L. Risakotta) Sungai Tay Dong mula kudatang mula kau bisikan bahwa bumi baru di tanahmu segera menjelang bila kujenguk kau di mula jumpa tanahmu begitu murni, air …
Puisi: Melintasi Alaska (Karya Surachman R.M.) Melintasi Alaska Kulit-kulit es membungkus puncak dan tubuh Pegunungan. Keriput putih kelabu jauh Di bawah sekali. Dan matahari senantiasa ab…
Puisi: Sebentar Lagi Menyapa Senja (Karya Kang Thohir) Sebentar Lagi Menyapa Senja Sebentar lagi menyapa senja Aku masih melambai angan Belum ada yang tersampaikan Di ujung tanduk peristiwa Negeri hijau b…
Puisi: Cinta (Karya Sitor Situmorang) Cinta Keluasan laut Menyesak dada Napas terpaut Pada rasa seluas maut 1955 Sumber: Rindu Kelana (Gramedia Widiasarana Indonesia, 1994) Analisis Puisi…
Puisi: Mendung (Karya Kamilia Salsabila) Mendung Awan berkumpul membangun citra keabuan Itulah mendung di langit yang disadari semua orang Adapun mendung di hati, siapa yang tahu? Banjarmasi…
Puisi: Kepadamu (Karya Kamilia Salsabila) Kepadamu Kukumpulkan kepingan lara membentuk aksara Namun darahku di atas pena takkan terlihat Sebab kau hanya paham manakala namamu dipanggil Banjar…