Postingan

Puisi: Bagi Siapa Kalian Memetik Panenan (Karya Wiji Thukul)

Bagi Siapa Kalian Memetik Panenan Pagi dingin udara masih mengandung embun bukit-bukit di kejauhan disaput arak-arakan halimun Mata…

Puisi: Buat L.Ch & A.B (Karya Wiji Thukul)

Buat L.Ch & A.B Darahku mengalir hangat lagi setelah puluhan jam sendi sendi tulangku beku kurang gerak Badanku panas lagi s…

Puisi: Biji-Biji Karambol (Karya Wiji Thukul)

Biji-Biji Karambol tengah malam, dan suara jatuh biji-biji karambol di tengah malam jatuh jatuh angka-angka satu sampai mati, mulai lagi satu jatuh d…

Puisi: Kepada Nasri dan Adikku yang Lain (Karya Wiji Thukul)

Kepada Nasri dan Adikku yang Lain biji-biji pilihanku sudah tumbuh kemerdekaanku adalah nasip hidupku jalan-jalan akan sepi sapa kamarku akan tinggal…

Puisi: Api (Karya Wiji Thukul)

Api api yang bernama rahmat tak mungkin dimatikan, tak akan kumatikan maka kubiarkan menjilat mata batinku membakar gelap tergelap perabot kamar impi…

Puisi: Surat (Karya Wiji Thukul)

Surat ye, satu titik bagi situ perasaanku seperti membawa gitar tanpa satu lagu pun aku bisa ini nyanyian di dalam aku di pojokan dalam bingkai sebua…

Puisi: Aku Berkelana di Udara (Karya Wiji Thukul)

Aku Berkelana di Udara aku berkelana di udara singgah di gelombang-gelombang radio diudara kalian tak bisa mendusta gelombang radio tak bisa dibungka…

Puisi: Balada Pak Bejo (Karya Wiji Thukul)

Balada Pak Bejo pak Bejo membentak bininya: - hari ini sepi! mbok Bejo tak mau kalah: - anak-anak minta baju seragam! pak Bejo juga: - aku sudah keli…

Puisi: Sajak (Karya Wiji Thukul)

Sajak Sumber:  Aku Ingin Jadi Peluru (2000) sajakku adalah kata-kata yang mula-mula menyumpal di tenggorokan lalu dilahirkan ketika kuucapkan sajakku…
© Sepenuhnya. All rights reserved.