Puisi: Celurit Emas (Karya D. Zawawi Imron) Celurit Emas roh-roh bunga yang layu sebelum semerbak itu mengadu ke hadapan celurit yang ditempa dari jiwa, cel…
Puisi: Post Scriptum (Karya Toeti Heraty) Post Scriptum Ingin aku tulis sajak porno sehingga kata mentah tidak diubah jadi indah, pokoknya tidak p…
Puisi: Kepada si Miskin (Karya Toto Sudarto Bachtiar) Kepada si Miskin (1) Terasa aneh dan aneh Sepasang-sepasang mata memandangku Menimpakan dosa Terus terderitakanlah pandang begini?…
Puisi: Barangkali Telah Kuseka Namamu (Karya Goenawan Mohamad) Barangkali Telah Kuseka Namamu Barangkali telah kuseka namamu dengan sol sepatu Seperti dalam perang yang lalu kauseka namaku. Barangk…
Puisi: Hitam (Karya D. Zawawi Imron) Puisi Hitam di punggung tanah kelam angin terbang membedah lembah membawa getir lahang berlaru darah pupuslah mayang bunyi saronen suara sedih penghu…
Puisi: Selesai (Karya Toeti Heraty) Selesai suatu saat toh harus ditinggalkan dunia yang itu-itu juga – api petualangan cinta telah pudar – bayang-bayang dalam mimpi, senyum …
Puisi: Langit Sepi (Karya Seno Gumira Ajidarma) Langit Sepi Langit sepi tiga burung hitam merendah menggoda ombak orang-orang yang berbondong ke pantai mu…
Puisi: Malam yang Susut Kelabu (Karya Goenawan Mohamad) Malam yang Susut Kelabu Malam yang susut kelabu adakah kau dengar itu, kekasihku seperti kau dengar sauh tenggelam dalam dasar yang jauh. …
Puisi: Lagu Laut (Karya D. Zawawi Imron) Lagu Laut Sampaikan salamku, wahai kecipak laut! Pada bumi Bugisku yang hangat Perahuku teramat jauh kini b…