Postingan

Puisi: Banda Aku (Karya Yvonne de Fretes)

Banda Aku ( haiku ) biru dan laut kata dan desah menikam erat dada benteng Belgica berlayar malam semesta pun tersenyum pesta rakyat dan aku pane ju…

Puisi: Akankah Kita Seperti Ini (Karya Ehfrem Vyzty)

Akankah Kita Seperti Ini Sungguh luar biasa Awal tahun sudah kehilangan arah Belum apa-apa Kita sudah disekat oleh jarak  Realita berbicara tanpa nad…

Puisi: Tentang Penyair (Karya Ehfrem Vyzty)

Tentang Penyair Penyair sering kali merangkai puisi tengah malam Dengan mata berdarah-darah Penyair sering kali bercinta lewat aksara Saat bulan kemb…

Puisi: Tamu Tak Tahu Diri (Karya Reinma)

Tamu Tak Tahu Diri Bermuara asa Berlayar arungi Andaman Wajah sendu Kain kumal bau Syair pilu Ketuk pintu nurani Hangat uluran tangan tuan rumah Bua…

Puisi: Lakon Sedih di Malam Purnama (Karya Harijadi S. Hartowardojo)

Lakon Sedih di Malam Purnama Bulan bercumbu kelelawar Kelelawar mencumbu bulan Pungguk mengantuk di telaga kering di beringin tumbang Awan secercah l…

Puisi: Apakah yang Terbaring di Jantung Jam? (Karya Kriapur)

Apakah yang Terbaring di Jantung Jam? apakah yang terbaring di jantung jam? seperti lumut merayap kota-kota hijau yang tumbuh dari tidur dan kata-kat…

Puisi: Nisan Linus Suryadi Agustinus (Karya Munawar Syamsuddin)

Nisan Linus Suryadi Agustinus Selain bulan sabit dan bintang-bintang di atas pekuburan Kunikmati hawa sejuk kabut sutera tipis lereng gunung M…

Puisi: Sakit (Karya Wedha Asmara)

Sakit (Suara gemerincing pedang peperangan kian menebas-nebas gempita tubuh sendiri) apakah kemenangan? berdiri di atas batu menghi…

Puisi: Karena Air (Karya Inggit Putria Marga)

Karena Air dalam secangkir teh sukma daun dan tubuh gula berjumpa laut tanpa prasangka tak bisa lagi mendua. Sumber:  Penyeret Babi …
© Sepenuhnya. All rights reserved.